Andi Utta: Untuk Rekomendasi Partai Santai Saja, Tunggu Hasilnya

oleh -2.197 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Beberapa bakal calon bupati (bacabup) Bulukumba masih sibuk mengejar rekomendasi partai sebagai persyaratan untuk maju pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Bulukumba periode 2020-2026.

Nama-nama bakal calon bupati Bulukumba yang disebut akan maju yakni, Askar HL, Andi Zulkarnaen Pangky, Syamsuddin Alimsyah, Andi Irwan Nur, Andi Bau Amal, Andi Hamzah Pangky, Jamaluddin M Syamsir, dan wakil bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Hanya saja, jika calon lain sibuk mengejar dukungan partai, maka berbeda halnya dengan pengusaha sekaligus pemilik Amaly Group, Andi Muchtar Ali Yusuf. Andi Utta yang akrab disapa Andi Muchtar A Yusuf ini bahkan memilih santai.

BACA JUGA:   Soal Tunjangan Honorer, Askar-Pipink: Perkara Mudah untuk Diwujudkan

“Kalau dibawah, biarkan saling klaim partai. Tapi, kita santai saja, kita tunggu hasil akhirnya,” kata Andi Utta, saat menggelar acara silaturrahmi dengan wartawan Bulukumba, Rabu, 5 Februari 2020.

Menurut dia, bahwa dukungan partai untuk maju di pilkada Bulukumba sudah lebih dari cukup jika berhitung kursi. Namun, pihaknya belum bisa membuka ke publik partai-partai apa saja, sebab masih berproses.

“Kami tidak sombong. Tapi, kalau partai sudah lebih. Hanya, yang masih membingungkan memang adalah Nasdem, kita tidak tahu ke mana,” ungkap pengusaha asal Kecamatan Bulukumpa ini.

BACA JUGA:   Askar-Pipink Bakal Programkan Festival Majelis Taklim

Dia mengaku, jika keinginannya maju di Bulukumba, bukan karena berambisi menjadi bupati, melainkan murni ingin mengubah pola pikir masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi. Bulukumba tidak akan maju kalau semata mengandalkan APBD dan APBN.

“Kalau masyarakat menginginkan saya maju, saya tidak berambisi karena ingin bupati. Hidup saya sudah cukup, anak saya sudah ada usahanya. Tapi, murni mau membangun Bulukumba,” tuturnya.

BACA JUGA:   Ingin Melihat Bulukumba 2 Kali Lebih Baik, HM21 Bakal Benahi Sejumlah Sektor

Di daerah lain, lanjutnya, banyak orang Bulukumba yang sukses baik dibidang usaha maupun lainnya. Sayangnya, kata dia, pemerintah tidak pernah melakukan koordinasi bagaimana membangun daerah secara bersama.

“Orang Bulukumba banyak sukses diluar. Tapi, tidak ada koordinasi selama ini. Padahal, coba datangi mereka, apa yang bisa dibantu di Bulukumba, saya kira pasti mau,” bebernya.

Dia mendorong supaya keberedaan media tetap kritis terhadap pemerintah, terutama jika kebijakannya dianggap tidak berpihak pada masyarakat banyak. “Media harus kritis, siapapun pemerintah nanti,” pintanya. (*)