Tutup MTQ di Bulukumpa, Tomy : MTQ Harus Tercermin pada Perilaku Masyarakat

oleh -

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Bulukumpa yang digelar di Desa Jojjolo resmi ditutup oleh Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, Rabu malam, 4 Desember 2019.

Ketua panitia MTQ, Arman mengaku, sebanyak 17 desa dan kelurahan yang berpatisipasi pada MTQ yang digelar pada 30 November hingga 4 Desember 2019 tersebut.

Selaku tuan rumah, Desa Jojjolo berhasil meraih juara umum 1 dan berhak mendapatkan piala bergilir. Sedangkan juara umum 2 diraih oleh Desa Kambuno, dan juara umum 3 oleh Desa Tibona.

BACA JUGA:   Alumni Kembapalopi Bulukumba Akan Gelar Reuni Akbar, Ini Jadwalnya

Saat menyampaikan sambutannya, Kepala Desa Jojjolo, Hj Marniati mengaku, pelaksanaan kegiatan MTQ berjalan aman dan lancar berkat keterlibatan semua elemen masyarakat yang ada di Desa Jojjolo.

“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat khususnya yang bersedia rumahnya menjadi tempat pemondokan kafilah atau kontingen,” ungkapnya.

Usai menyerahkan hadiah dan piala bergilir kepada para pemenang, Tomy Satria Yulianto dalam sambutannya mengaku, MTQ tingkat Kecamatan Bulukumpa menjadi refleksi untuk kehidupan sehari-hari.

Tomy mengungkapkan, ketika mampu melantunkan bacaan Alquran, harus dibarengi dengan perilaku yang sebaik bacaan Alquran dan sekuat hafalan pada bacaan Alquran yang dilakukan.

BACA JUGA:   BAZNAS Sinjai dan Enrekang Studi Banding Model Payroll System di Bulukumba

“Pemaknaan MTQ yang kita laksanakan harus tercermin pada perilaku masyarakat Bulukumpa,” bebernya.

Di era revolusi industri 4.0, kata Tomy Satria, tekhnologi seperti smartphone masuk kamar generasi di Bulukumba. Ia berharap, hal ini tidak menjadi pedang bersisi dua. Kehadiran tekhnologi mesti digunakan pada hal-hal yang produktif.

Lebih lanjut, Tomy berharap pelaksanaan MTQ harus dibarengi dengan kebersamaan. Terlebih Butta Panrita Lopi gelaran Bulukumba, sudah dikenal sebagai kabupaten dengan nilai religi yang kuat, sehingga kegiatan keagamaan mendapatkan porsi yang memadai.

BACA JUGA:   Berbagi Kebahagiaan, RSIA Yasira Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Tomy Satria mendorong pemerintah desa dan kelurahan mampu mengalokasikan anggaranya untuk kegiatan keagamaan. Hal ini dilakukan agar 10 tahun mendatang generasi Bulukumpa tidak kehilangan arah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada desa dan seluruh tokoh, yang berkontribusi menjaga kegiatan ini tetap berjalan aman. Pemda memberi apresiasi pada Desa Jojjolo dan jajarannya. KUA Bulukumpa, dan Camat, Bulukumpa, serta seluruh desa yang berpartisipasi pada kegiatan ini,” imbuh Tomy Satria. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.