LHKPN Tomy Sertakan Motor Honda Kharisma Digunakan Saat Dampingi Pedagang Tradisonal di Makassar

oleh -
Tomy Satria

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Laporan harta kekayaan seorang pejabat meski diharus dilaporkan terus menerus untuk menghindari indikasi dugaan korupsi. Terlebih saat pejabat yang dimaksud hendak maju sebagai calon kepala daerah pada kontestasi 2020.

Di Pilkada Bulukumba 2020, delapan bakal calon telah melampirkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) sebagai dokumen wajib yang diserahkan ke KPU.

Salah satu kandidat calon bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto memiliki harta kekayaan bergerak dan tak bergerak lebih dari Rp1,3 Miliar yang didalam tercatat sejumlah kendaraan roda dua, roda 4 dan tanah.

BACA JUGA:   HA. Makkasau Urutan Kedua Survei Wabup Versi MRKI

Dilansir dari situs resmi elhkpn.kpk.go.id, Tomy Satria Yulianto bahkan ikut melaporkan sepeda Wim Cycle tahun 2016 dengan nilai Rp800 ribu. Termasuk pula 1 unit motor Honda Kharisma dengan taksasi nilai Rp3,5 Juta.

Alasannya ikut melaporkan harta kekayaan sepeda dan motornya itu karena juga merupakan aset berharga ya yang memiliki nilai histori yang mengantarkannya menjadi seorang pejabat.

BACA JUGA:   Tak Diundang Musda, Bacalon dan Loyalis Partai Ramai ramai Segel Kantor Golkar

” Benar, apapun harta kekayaan itu meski dilaporkan sebagai wujud pertanggungjawaban dan keterbukaan saya ke publik. Motor itu punya nilai histori, wujudnya pun hingga kini masih ada dan terawat,” Ujar Tomy Satria saat dikonfirmasi awak media, Selasa, 29 September 2020.

Kandidat nomor urut 3 itu mengaku, Motor Honda Kharisma miliknya itu dibeli tahun 2004 silam saat ia masih berproses dalam Karir. Motor itu pun menjadi alat transportasi ya bersama sang istri saat ia menjani hidup di ibu kota Makassar.

BACA JUGA:   Ini Alasan Eks Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Dukung Full Kacamatayya

“Motor itu kami gunakan saat kami masih berproses. Kala itu Istri masih jadi karyawan disebuah perusahaan dan saya masih jadi penggiat desa dan mendampingi pedagang pasar tradisional di Makassar,” Katanya.

Motor ini juga katanya manfaatkan untuk mengantar jemput istri dan anaknya ke sekolah.” Kemudian dipergunakan oleh kawan kawan sebagai kendaraan operasional kami di kantor yang kami bentuk bersama, “Jelas Tomy Satria. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.