Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pemda Selayar Gelar Khitanan Massal

oleh -
Advertisement

SELAYAR, BERITA SELATAN.Com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar kerjasama dengan Pemda Selayar melaksanakan bakti sosial khitanan massal, serentak pada 11 Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Seremoni pembukaan bakti sosial khitanan massal ini berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Selayar, Senin, 11 Juli 2022 dibuka oleh Wakil Bupati H. Saiful Arif, S.H.

Selain Wabup, hadir Ketua Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Abdullah, M. Pd., bersama jajarannya, Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Selayar Muhammad Arsyad, SKM., M. Kes., MSCPH. Kadis Kesehatan dr. Husaini M. Kes, Direktur RSUD KH. Hayyung. dr. Hazairin Nur, Kepala Puskesmas Benteng dr. Frengky Wijaya bersama undangan lainnya.

BACA JUGA:   Bupati Basli Ali Minta Pembangunan¬† Rumah Sakit Pratama Pasimarannu Dipercepat

Total peserta khitanan massal yang sudah diregistrasi oleh panitia dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 216 anak, dengan melibatkan 14 puskesmas ditambah dengan RSUD Kh. Hayyung Selayar.

Demikian diungkapkan Ketua MPKU Muhammadiyah Selayar Muhammad Arsyad dalam laporannya di hadapan Wakil Bupati Kepulauan Selayar.

“Dilihat dari jumlah puskesmas yang terlibat dalam pelaksanaan khitanan massal ini, tahun ini terjadi peningkatan dalam hal pelaksananya,” ungkap Muhammad Arsyad.

Sedangkan Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif, S.H saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial tersebut. Saiful Arif mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya karena menurutnya itu adalah bukti kerja sama Muhammadiyah dengan Pemda Kepulauan Selayar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya dalam khitanan massal.

BACA JUGA:   TP PKK-Perindag KUKM Selayar Gelar Pelatihan Peningkatan Kualitas Kemasan Produk UP2K
Advertisement
Advertisement

Menurut Wabup, khitanan massal bukan semata-mata melaksanakan tradisi agama saja, tetapi juga melaksanakan tradisi kesehatan.

“Ditinjau dari segi kesehatan, saya pernah membaca buku sebagai referensi, bahwa orang-orang mesir kuno waktu itu belum memeluk agama Islam tapi sudah melaksanakan khitanan,” jelas Wabup Saiful Arif.

Sementara Ketua Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar Drs. Abdullah, M. Pd saat dimintai keterangannya mengatakan kegiatan khitanan massal ini dimulai sejak tahun 2017, namun sempat terputus karena pandemi Covid 19.

BACA JUGA:   Buka RAT Fitrah Mandiri, Musrifah Basli : Koperasi Harus Mampu Beradaptasi di Era Digital

“Khitanan massal yang kita laksanakan hari ini adalah yang kelima kalinya dengan melibatkan sembilan puskesmas daratan dan lima puskesmas kepulauan,” kata Abdullah.

Abdullah berharap, khitanan massal tersebut bisa membantu masyarakat khususnya masyarakat miskin. Abdullah juga kembali mempertegas bahwa khitanan massal ini kerja sama Muhammadiyah dengan Pemda Kepulauan dengan melibatkan beberapa unsur diantaranya organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia, persatuan perawat Indonesia, Lazismu, MPKU, Persakmi, Ikatan Apoteker Indonesia dan unsur lain yang ikut mensukseskan khitanan massal tersebut. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.