Rekrut 374 Mahasiswa, Dua Fakultas Baru Jadi Favorit di UMB

oleh -1.216 views
Rektor UMB, Jumasse Basra (kanan) berfoto dengan Wakil Ketua I Bidang Akademik, Muhammad Asdar.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UMB) tahun ini menerima 374 mahasiswa baru. Sejak membuka pendaftaran mahasiswa baru, selain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dua Fakultas yang baru terbuka ini juga diminati.

“Pendaftar sebanyak 587 orang, namun yang mengembalikan formulir 399 orang dan yang dinyatakan lulus sebanyak 374 orang dari tiga fakultas yang terbagi dalam delapan prodi,” ungkap Rektor UMB, Jumasse Basra, Sabtu, 14 September 2019.

BACA JUGA:   Genjot Target Pajak Kendaraan, Samsat Tambah Gerai di Bulukumpa

Secara rinci Jumasse Basra menjelaskan, untuk FKIP menerima sebanyak 172 orang antara lain, Pendidikan Luar Sekolah atau non formal 65 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia 36 orang, pendidikan Biologi 31 orang dan Pendidikan Bahasa Inggris 40 orang.

Sementara, Fakultas MIPA dan Sains merekrut 104 orang antaranya, Prodi Kimia 17 orang, Peternakan 42 dan Aktuaria 45 orang. Sedangkan Fakultas Teknik yakni Prodi teknik perencanaan wilayah dan kota sebanyak 60 orang.

BACA JUGA:   Audit Reses, Hanya Empat Anggota DPRD Bulukumba Bebas Temuan BPK

“Alhamdulilah dua Fakultas yang baru dibuka ini termasuk diminati termasuk Fakultas Teknik. Sebagai pengenalan lingkungan, mahasiswa baru juga dibekali orientasi berupa pemberian materi,” ungkapnya.

Tahun depan pihaknya akan lebih memaksimalkan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru dan jumlah penerimaan ditargetkan mengalami peningkatan.

Selain itu, dalam konsep pembelajaran, UMB juga menerapkan Muslim enterpreneur yakni mampu berwirausaha dan berdaya saing dan tetap berpedoman terhadap ajaran dan norma norma Islam.

BACA JUGA:   Kapolda Sulsel Pantau Posko Operasi Lilin Tahun 2020 di Kawasan Pantai Bira

“Dalam konsep pembelajaran, memang mempersiapkan para alumni nantinya untuk bisa membangun usaha dan berdaya saing baik di dalam maupun di luar daerah dan tetap berpedoman pada ajaran islam,” tutupnya. (*)