Perawat dan Petugas Farmasi di RSUD Bulukumba Dibekali Training Pencampuran Obat Suntik dengan Teknik Aseptik

oleh -2.382 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN, Com -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan. Menggelar In House Training Pencampuran Obat Suntik Dengan Teknik Aseptik, acara tersebut digelar diaula pertemuan lantai 2 gedung manajemen RSUD baru baru ini.

Kepala Bidang Penunjang RSUD Bulukumba, H. Alwi, SKM, mengatakan sekiranya pertemuan ini dibuka langsung oleh Direktur RSUD, namun beliau masih melakukan perjalanan dinas sehingga tidak sempat hadir ditempat ini. H. Alwi juga menyampaikan terima kasih atas antusiasme para petugas farmasi dalam mengikuti acara tersebut.

“Terima kasih kepada teman-teman perawat dan petugas farmasi yang telah meluangkan waktu menghadiri undangan ini,” katanya.

BACA JUGA:   KNPI Minta Masalah Pembangunan Kantor DPRD Diusut Tuntas

Menurutnya, pertemuan ini sangat penting bagi tenaga farmasi untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam hal pencampuran obat suntik dengan teknik aseptik. Olehnya itu, ia mengajak kepada seluruh peserta untuk mengikuti acara tersebut hingga selesai.

Adapun, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut yakni pemateri internal yang merupakan tenaga ahli dari instalasi farmasi RSUD, H. Haslianto, S.Farm.

BACA JUGA:   Refleksi 73 tahun Republik Indonesia Merdeka catatan kaki seorang calon legistor Bau Tenriabeng, S.M.

Dijelaskan Anto sapaan akrabnya, bahwa in house training tersebut harus diperbaharui setiap tahunnya dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, dan pemahaman tenaga perawat dan petugas farmasi dalam hal melaksanakan pencampuran obat suntik dengan teknik aseptik.

“Harapannya, semoga para peserta nantinya mampu melaksanakan pencampuran dengan baik. Selain itu, diharapkan mampu melaksanakan tinjauan terhadap obat-obat yang akan dilakukan pencampuran secara aseptik,” Ungkap H. Haslianto, S. Farm, yang juga Kepala Instalasi Unit Farmasi RSUD Bulukumba.

BACA JUGA:   Tersandung Pelanggaran Pilkada, Tim Hukum Relawan Siap Dampingi Aplus

Ia memaparkan, bahwa aseptik merupakan keadaan bebas dari mikroorganisme penyebab penyakit.
Tindakan antisepsis sendiri, tambahnya, untuk mengurangi atau menghilangkan mikroorganisme yang terdapat pada permukaan benda juga meliputi antisepis, desinfeksi dan sterilisasi.(*)