Warga Desa Salemba Protes Aktifitas Tambang Dekat Pemukiman, Pengelola : Kami Punya Izin

oleh -407 views
Lokasi tambang di Dusun Kampung Baru, Desa Salemba Kecamatan Ujung Loe yang diprotes warga lantaran dekat pemukiman.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Warga kampung Baru, Dusun Lembang, Desa Salemba, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba merasa tak tenang dengan adanya aktifitas tambang pasir di sekitaran empang dekat rumah penduduk.

Kegiatan penambangan pasir dengan menggunakan mesin rudal tersebut diakui inisial RS sangat menganggu warga setempat, selain suaranya yang bising, juga warga takuti efek dari penambangan pasir tersebut bisa mengakibatkan banjir.

Menurut RS, aktifitas tersebut sangat meresahkan warga. Bagaimana tidak kata RS, mesin rudal yang ia tempati menghisap pasir itu dekat dari rumah warga.

BACA JUGA:   H Askar HL Ucapkan Terimakasih Atas Dukungan Masyarakat Bulukumba

“Jarak mesin rudal dan rumah warga itu dekat, siapa coba yang tidak takut?”, cerita RS kepada awak media, Senin, 25 Januari 2021.

Dengan kegiatan itu, RS mengkhawatirkan akan mengakibatkan banjir yang dimana bisa berdampak kepada warga dusun kampung Baru.

“Bukan hanya kami saja yang berada didalam lorong dekat dari tambang dengar kalau mesinnya beroperasi, diluar di jalan poros saja di dengar bunyi itu mesin,” jelas RS.

BACA JUGA:   Warga Desak Pemerintah Tertibkan Miras Yang Dijual Bebas di Rumah Warga

Ia dan warga lainnya berharap pihak terkait dapat mempertimbangkan adanya kegiatan tambang tersebut sebelum terjadi hal yang menjadi kekhawatiran warga di wilayahnya.

Sementara Kepala Desa Salemba Andi Agung mengaku bahwa memang tambang tersebut sebelumnya sudah beroperasi berdasarkan persetujuan warga.

“Sebelum beroperasi ada itu persetujuan warga sekitar. Makanya kembali beroperasi,” jelas Andi Agung.

BACA JUGA:   Operator Diberhentikan, Ipal Puskesmas Bontonyeleng Kini Tak Berfungsi

Sementara pengelola Tambang, A. Ahyani Nadsir mengaku bahwa aktifitas tambang yang dilakukan itu resmi dan memiliki dokumen surat izin tambang. Selain itu juga berdasarkan kesepakatan warga.

“Kami lengkap dokumen izinnya, lagipula sebelum dibuka aktifitas tambang itu berdasarkan persetujuan warga setempat,” kata Ahyani saat ditemui di lokasi tambang. (**)