Ribuan Massa Unras, Ketua DPRD Bulukumba : Kami Sepakat Tolak Omnibus Low Cipta Kerja

oleh -294 views
Ribuan massa yang tergabung dalam sejumlah aliansi mahasiswa dan buruh menyeruduk kantor DPRD Bulukumba sebagai bentuk penolakan undang undang Omnibus Low Cipta Kerja.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Ribuan massa mendatangi kantor DPRD Bulukumba sebagai aksi penolakan pengesahan Undang Undang Omnibus Low Cipta kerja yang dinilai menyengsarakan rakyat. Unjuk rasa tersebut berlangsung di depan kantor DPRD Bulukumba, Kamis, 8 Oktober 2020.

Aksi massa tersebut tergabung dalam sejumlah aliansi mahasiswa dan organisasi buruh di Kabupaten Bulukumba. Pihaknya meminta seluruh anggota DPRD Bulukumba sebagai wakil rakyat sepakat menolak undang undang Omnibus Low Cipta kerja tersebut.

BACA JUGA:   Kasat Reskrim Bantah Tudingan Pelapor Soal Adanya Rekayasa BB Kasus Dugaan Tindak Pidana Pengancaman

Jendral Lapangan, Sudirman mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dan DPR yang ugal-ugalan melahirkan regulasi merugikan masyarakat.

Sehingga melalui DPRD Bulukumba, pihaknya menyampaikan bentuk penolakan yang bisa disampaikan ke DPR RI.

“Undang undang ini jelas kami tolak karena tidak pro rakyat bahkan hanya menyengsarakan rakyat,” ungkap Sudirman.

BACA JUGA:   Bupati Serahkan Rancangan KUA PPAS APBD 2021

Sementara, Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal yang menanggapi aksi tersebut secara tegas menyampaikan bahwa seluruh fraksi di DPRD Bulukumba dengan lantang menolak Undang Undang Omnibus Low Cipta Kerja.

“Kami sepakat delapan Fraksi untuk menolak Undang Undang Omnibus Low Cipta Kerja. Bahkan tidak ada penyampaian secara resmi dari pusat terkait pengesahan Undang undang ini. Dalam waktu dekat ini hal tersebut akan kami sampaikan ke DPR RI ,” ungkap Rijal.

BACA JUGA:   Usai Mencoblos, Bupati dan Wabup Pantau TPS

Gelombang penolakan UU Omnibus Law Cipta kerja terus berlangsung selama dua hari ini di Bulukumba. Hari pertama Rabu, 7 Oktober 2020 kemarin aksi yang berlangsung di DPRD Bulukumba berujung anarkis dan hari ini Kamis, 8 Oktober 2020 selesai dengan aman dan terkendali. (*)