Refleksi 73 tahun Republik Indonesia Merdeka catatan kaki seorang calon legistor Bau Tenriabeng, S.M.

oleh -622 views

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal hal yang mengenai pemindahan kekuasaan DLL. diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.
Jakarta, 17 Bulan 8 1945
Atas nama bangsa indonesia
Soekarno Hatta.

Merdeka !!!
itulah pekik kemerdekaan yang membahana di seantoro nusantara, dari sekian lama bangsa ini dijajah dan dijarah oleh bangsa asing akhirnya pada tanggal 17 agustus 1945 kita proklamirkan kemerdekaan.

Negara berdaulat dimaknai bahwa negara tersebut memiliki wilayah teritorial, Rakyat dan pengakuan dunia Internasional. Kedaulatan rakyat di atas segala galanya, rakyatlah yang menentukan kemana arah langkah bangsa ini akan dibawah melalui mekanisme perwakilan dilegislatif.

BACA JUGA:   Pemasangan Pengaman KWH Marak, PLN : Itu Bukan Orang Kami Jangan Dilayani

Sangat disayangkan bahwa seiring usia proklamasi yang pada tahun ini akan genap 73 tahun, Rakyat berdaulat belum dirasakan sepenuhnya, baik berdaulat atas tanah tumpah darahnya maupun atas penghidupan yang layak.
Para elite hanya disibukkan dengan kepentingan kelompoknya tanpa pernah fokus memikirkan kepentingan rakyatnya, indikator sederhana bahwa ketimpangan ekonomi semakin kental dirasakan, daya beli pada masyarakat semakin menurun karena capaian pertumbuhan ekonomi tak kunjung ada peningkatan.

Pemerintah seharusnya bisa lebih concern membangun kekuatan ekonomi mandiri yang pro kerakyatan dengan berbasis pertanian dan home industri, kekuatan utama yang kita miliki adalah kekuatan pasar, RI memiliki jumlah penduduk kurang lebih 250 juta jiwa, sangat disayangkan bahwa kekuatan ini justru dimanfaatkan oleh negara asing, hal ini dapat kita lihat betapa dominannya nilai impor dibandingkan dengan capaian nilai ekspor yang kita raih.

BACA JUGA:   Kanit Reskrim Polsek Bulukumpa Bagi bagi Masker di Pasar

Proyek proyek percepatan infrastruktur harusnya diimbangi dengan program program pemberdayaan masyarakat, jangan justru hanya dipandang sebelah mata atau pelengkap penderita saja. Akibatnya dapat kita liat dan rasakan sendiri bahwa saat ini kita sudah terkepung oleh produk produk impor, baik pangan, tekstil maupun produk lain seperti elekteonik Dll.

SANGAT MIRIS KEDAAN INI

BACA JUGA:   Berkah Ramadan, Disperindag Gandeng Toko Ritel Sediakan Sembako Murah

Akhirnya saya mengambil sebuah kesimpulan bahwa lebih baik mengambil peran sesedikit apapun dari pada hanya menjadi penonton, saya tekadkan dan akan mengabdikan diri saya menjadi bagian dari pelopor pelopor program pemberdayaan masyarakat yang telah ada, Insya Allah semoga Yang Maha Kuasa Merestui jalan yang akan saya tempuh, MENUJU PARLEMEN 2019.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 73.
INSYA ALLAH SAYA AKAN BERKOMITMEN TETAP BERSAMA RAKYAT.
MERDEKA!!!
SALAM ANURETA.