Promotor Pariwisata NTT Berparas Cantik Rela ‘Pulkam’ Demi Askar-Pipink

oleh -679 views
Jubir Milea, Isei Audrey Natanti

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Acara Launching Program pasangan calon bupati dan wakil bupati Bulukumba nomor urut 2, Askar HL – Arum Spink dihadiri gadis cantik yang turut jadi pemantik diskusi, Sabtu, 10 Oktober 2020 kemarin.

Gadis itu bernama Isei Audrey Natanti dan karib disapa Isei. Ketua komunitas Makassar Bergerak, yang selama ini aktif melakukan pendampingan promosi Pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran Alumnus East China Normal University Shanghai, China, itu di acara Launching Program pasangan bertagline Bulukumba Asik bukan tanpa sebab.

BACA JUGA:   Kacamatayya Akan Maksimalkan Tujuh Program Keagamaan

Pasalnya, wanita kelahiran Bulukumba 1 mei 1996 ini, didapuk sebagai Juru Bicara (Jubir) Milenial Asik (Milea). Komunitas Milenial yang selama ini berada dibarisan pemenangan pasangan Askar – Pipink.

“Saya meninggalkan zona nyaman, memilih pulang kampung dan berjuang bersama Milenial Asik. Karena ada kesamaan pandangan, tidak ingin melihat anak muda hanya menjadi objek disetiap pertarungan politik,” tuturnya, Minggu, 11 Oktober 2020.

BACA JUGA:   Milenialisme Lintas Kecamatan "Bergetar" Jelang Pilkada

Selain itu, kata anak didik Gubernur NTT, Victor Laiskodat ini, dirinya memilih berjuang bersama pasangan Bulukumba Asik, karena mengetahui track record pasangan tersebut.

“Saya banyak berdiskusi soal perkembangan pariwisata di Bulukumba, dan ternyata yang kami pikirkan sama. Selain itu, saya selalu ingat perkataan pak Arum. Beliau selalu bilang, berdosa kalau kemampuan yang dimiliki tidak dimanfaatkan untuk membangun kampung halaman,” ucapnya.

BACA JUGA:   Temui Tomas Rilau Ale, Andi Utta Mappatabe Maju di Pilkada

Isei adalah tipikal anak milenial yang menyukai tantangan. Meski usianya masih sangat muda, dirinya bisa menunjukkan prestasi gemilang.

Di waktu senggang, gadis singel ini kerap meluangkan waktu untuk melakoni hobi travelingnya, sembari melakukan kegiatan-kegiatan Sosial.

“Saya berdosa jika membantah dalam diri saya mengalir darah panrita lopi. Saya lahir dan menghabiskan masa kecil disini (Bulukumba-Red). Dan sekarang waktu yang tepat untuk saya kembali dan berjuang memperbaiki kampung halaman,” tutupnya.
(**)