Pasca Kebakaran, Ponpes Wahdah Islamiyah Terima Bantuan Beras CPP

oleh -1.021 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN, Com – Pasca Kebakaran, Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Desa Taccorong, Gantarang menerima bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) sebanyak 1.700 Kilogram. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto usai memperingati HUT Pramuka, Rabu, 14 Agustus 2019.

Bantuan tersebut diberikan dalam dua tahap, masing-masing 850 kilogram. Tahap kedua nantinya kembali diserahkan pada pertengahan September mendatang.

Pimpinan Ponpes Tahfiz A. Muhammad Syawaluddin yang menerima bantuan tersebut menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Bupati yang didampingi oleh Kapolres AKBP Syamsu Ridwan dan Dandim 1411 Joko Triyanto, beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Emil Yusri, KTU Kemenag Muh Yunus dan Ketua Tim Penggerak PKK, Siti Isniyah. Bantuan beras tersebut, kata A. Muh Syawaluddin dapat meringankan biaya pengeluaran pondok pesantren, yang saat ini juga butuh anggaran untuk menggenjot perbaikan dan renovasi tiga unit asrama yang terbakar.

BACA JUGA:   Poli RSUD Tutup Selama Libur Lebaran, IGD Tetap Melayani 24 Jam

“Kebetulan saat ini anak-anak santri masih libur lebaran Idul Adha. Rencananya mereka akan masuk asrama kembali jika renovasi asramanya sudah selesai,” beber Syawaluddin.

Dikatakannya, dana perbaikan asrama berasal dari berbagai pihak yang memberikan bantuan, termasuk sudah ada yang menalangi ongkos tukangnya. Adapun jumlah santri yang mondok di ponpes tersebut, lanjutnya sebanyak 88 santri. Beberapa santrinya sudah menghafal 20 juz sampai 30 juz dan sering ikut di berbagai perlombaan, bahkan alumni dari Ponpes yang berdiri sejak 2010 ini sudah ada yang menjadi pembina di Ponpes tersebut.

BACA JUGA:   Demi Penataan Kota, Warga Rela Bongkar Rumah di Pesisir Pantai Merpati

Sementara, Tomy berharap bantuan beras dari pemerintah dapat meringankan beban para pembina dan santri Ponpes Abu Bakar Ash-Shiddiq, sehingga para santri nantinya bisa kembali fokus pada kegiatan hafalan Alqurannya.

“Bantuan ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren ini,” ungkap Tomy. (*)