Operator Diberhentikan, Ipal Puskesmas Bontonyeleng Kini Tak Berfungsi

oleh -
Ipal Puskesmas Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang yang tidak berfungsi.
Advertisement

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Instalasi pengolahan air limbah (Ipal) Puskesmas Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba diduga sudah lama tidak berfungsi.

Padahal Ipal diketahui berfungsi menjaga kualitas air di sepanjang jalur pembuangan hingga ke badan air penerima. Kemudian menjaga proses pengelolaan lingkungan, menjaga kehidupan biota air serta mengurangi dampak lingkungan akibat pencemaran dari pembuangan limbah sembarangan.

Ipal merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi, dimiliki dan difungsikan oleh rumah sakit, Puskesmas maupun klinik.
Tentunya juga sebagai syarat untuk mendapatkan akreditasi.

Limbah yang dimaksud adalah sisa-sisa produk medis yang dihasilkan oleh rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

BACA JUGA:   Kapolres Bulukumba Terima Kunjungan Pengurus Muhammadiyah Bulukumba

Limbah medis bisa berupa darah, cairan tubuh, maupun alat-alat yang sudah terkontaminasi seperti jarum suntik, kain kasa, selang infus, dan lain-lain.

Jika Ipal tidak berfungsi maka seluruh limbah medis tidak bisa dikelolah dengan baik dan bisa menjadi sumber kontaminasi penyakit.

“Lama mi itu tidak berfungsi Ipal, Karena Petugas Operator yang sudah mengikuti pelatihan di berhentikan. Jadi tidak ada mi yang bisa fungsikan Itu mesin Ipal. Kita lihat mi kolam pembuangan kelihatan kering,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut identitasnya.

Bahkan, kWh listrik khusus untuk Ipal pun sudah lama tidak memiliki voucher atau tidak pernah di isi.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Bulukumba Sambangi Korban Kebakaran di Mannaungi
Advertisement

“Bagaiman mau jalan itu mesin Ipalnya kalau voucher listriknya saja tidak pernah di isi. Sedangkan listrik yang jalankan itu mesin,” tuturnya.

Sedangkan mantan petugas Operator Ipal Puskesmas Bontonyeleng, Tajuddin mengaku, pada tahun 2020 Ipal tersebut masih aktif namun setelah Dirinya dikeluarkan Ipal tersebut tidak pernah berfungsi lagi. Bahkan kata dia gajinya beberapa bulan pun belum terbayarkan.

Dia menyampaikan, mesin Ipal itu tidak bisa dijalankan oleh orang lain kalau belum ikut pelatihan.

BACA JUGA:   Tekan Angka Lakalantas, Polres Bulukumba Adakan Patroli Malam

Sementara, Kepala puskesmas Bontonyeleng, dr. Donna Marissa yang dikonfirmasi, menapik terkait Ipal Puskesmas Bontonyeleng tidak berfungsi.

“Sejak saya bertugas ada pergantian petugas Ipal dan menurut petugas sekarang berfungsi, proses pengumpulan dan pengolahan limbah di tabung, jadi sementara belum ada proses pembuangan ke saluran pembuangan,” katanya.

Bahkan kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk meminta supervisi.

“Saya juga sudah koordinasi ke Dinkes untuk permintaan secara lisan untuk supervisi, insya Allah segera pihak dinkes berkunjung juga untuk pengecekan,” tutupnya. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.