BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com –
Bulog Subdivre Bulukumba mencatat sebanyak 5810 ton beras petani telah diserap untuk panen tahun 2021 atau terhitung Januari hingga Agustus bulan kemarin.
Kepala Bulog Subdivre Bulukumba, Ervina Zulaiha mengaku khusus di Kabupaten Bulukumba ada dua gudang yakni di Mariorennu dan Palambarae.
Untuk di Mariorennu sendiri serapan beras petani sudah mencapai 3.818 ton sedangkan di gudang Palambarae sebanyak 1.992 ton sehingga total keseluruhan sebanyak 5.810 ton dari target 10 ribu ton pada tahun 2021.
Penyerapan beras petani kata Ervina dilakukan dengan melibatkan sembilan mitra yang bertugas membeli gabah ke petani. Setelah diolah menjadi beras lalu kemudian dimasukkan ke gudang Bulog.
“Kalau sekarang sistemnya pengadaan jangka bertarget (PJPB) sehingga masing masing mitra diberikan target misalkan dari bulan Agustus sampai Oktober,” kata Ervina, Senin, 6 September 2021.
Pihaknya optimis bakal mencapai target sebab diperkirakan sekitar 75 persen areal persawahan belum panen dengan jumlah lahan sebanyak 22.981,74 hektar.
Sementara, serapan beras petani mencakup lima kabupaten yakni, Bulukumba, Jeneponto, Sinjai, Bantaeng dan Selayar terhitung Januari hingga Agustus telah mencapai 11.554 ton dari target 21.000. Untuk serapan beras tahun 2020 lalu juga kata dia, masih tersedia stoknya di gudang Bulog berkisar 4 ribu ton.

“Realisasi serapan beras petani sudah mencapai 60 persen dan kami perkirakan pada puncak panen kali ini bakal memenuhi target,” ungkapnya.
Sementara Tahun 2020 lalu target serapan beras petani sebanyak 19.143 ton sementara yang realisasi sebanyak 10.987 ton atau berada di kisaran 57 persen. (**)