Andi Utta Resmikan Lumbung Pangan, Mesin Penggiling dan Pengering Padi di Bialo

oleh -

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Gapoktan Sipakatau Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kamis, 2 Februari 2023. Selain itu, ia meresmikan lumbung pangan, mesin penggiling dan mesin pengering padi.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta menerangkan bahwa fokus pembangunan untuk sektor ekonomi pertanian merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan daerah Kabupaten Bulukumba.

Adapun tolak ukur pembangunan ekonomi, katanya, dapat dilihat dari pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Bulukumba yang didominasi sektor pertanian.

“Meski kita mengalami musim yang tidak menentu beberapa tahun terakhir, namun secara umum gerak ekonomi masyarakat di sektor pertanian masih ┬áterus menggeliat,” kata Andi Utta.

BACA JUGA:   Yuanda Pratama Terpilih Ketua Umum The Maczman Zona Bulukumba
Advertisement

Menurutnya, terbukti sejak krisis pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi Bulukumba menurun. Namun, tetap bertumbuh positif 0,43 persen atau tidak sampai anjlok pada angka minus sebagaimana yang terjadi di daerah lain.

Advertisement

“Itu disebabkan karena Kabupaten Bulukumba ditopang oleh sektor pertanian dan ketahanan pangan yang relatif stabil dan mampu bertahan di tengah krisis akibat pandemi,” jelasnya.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Thaiyeb Maningkasi menjelaskan bahwa bantuan lumbung pangan hingga mesin pengering untuk Gapoktan di Desa Bialo merupakan anggaran pusat atau DAK.

BACA JUGA:   Tahun ini Lapas Bulukumba Optimis Raih Predikat WBK dan WBBM
Advertisement

“Kelompok penerima merupakan kelompok yang sudah teregister dan titik lokasinya sesuai poligon,” ujarnya.

Advertisement

Thaiyeb mengatakan, mesin pengering padi ini punya manfaat yang besar. Jika selama ini petani terkendala cuaca saat mengeringkan gabah, tambahnya, maka masalah itu bisa diatasi dan tidak lagi bergantung matahari.

“Dengan adanya bed dryer ini, biar gabah basah bisa langsung dikeringkan. Kualitas beras juga akan semakin baik,” kata Thaiyeb.

BACA JUGA:   BAZNAS Bantu Warga Sulbar yang mengungsi di Bonto Bahari

Sementara, Kades Bialo Miftahuddin Saleh mengatakan, luas lahan pertanian di desanya sekira 600-an hektar dengan masyarakat yang mayoritas sebagai petani dan peternak.

“Semoga ke depan Gapoktan dapat lebih bersinergi lagi dengan Pemerintah Desa dalam memajukan sektor pertanian,” imbuhnya.

Ketua Gapoktan Sipakatau, Iskandar mengaku pihaknya menyiapkan lokasi sekira 10 are untuk bantuan pusat ini. Selama ini, tambahnya, masing-masing petani menggiling dan mengeringkan gabahnya.

“Mesin ini untuk meringankan petani saja. Minimal, dari yang susah menjemur sudah bisa lebih mudah,” tukasnya. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.