Poli Klinik Paru RSUD Bulukumba Kini Kembali Beroperasi

oleh -378 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Setelah jeda selama kurang lebih setahun lamanya, kini Poli Klinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kembali beroperasional dan menerima pasien secara normal.

Plt. Direktur RSUD Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan mengatakan memang untuk dokter Spesialis Paru cukup sulit untuk didatangkan sebab selain merupakan spesialis juga alumninya masih sangat sedikit.

“Olehnya itu, kita sangat bersyukur karena RSUD Bulukumba kembali membuka Poli Paru yang jedah selama setahun,” ujarnya, Rabu, 2 Desember 2020.

BACA JUGA:   Tak Kenal Lelah, Murniaty Makking Terus Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Bagikan Masker ke Warga

Selain itu, lanjut dr. Rizal, bahwa pemenuhan SDM termasuk tenaga dokter merupakan kewajiban dan tanggungjawab manajemen Rumah Sakit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Sementara, Kabid Pelayanan Medik RSUD Bulukumba, Hj. Kasmarinda Menyampaikan bahwa per 1 Desember 2020 (kemarin), poli paru resmi beroperasional kembali.

“Jadwalnya sama, yakni setiap hari kerja mulai Senin sampai dengan Jumat,” kata Hj. Kasmarinda.

Jadi bagi masyarakat yang memiliki keluhan yang berkaitan dengan penyakit paru silahkan berkunjung dan memeriksakan kondisinya di RSUD.

BACA JUGA:   Jelang Pelantikan Presiden, Polres Bulukumba Gelar Apel Pasukan

Sekedar diketahui, kini yang bertugas di Poli Paru RSUD Bulukumba adalah Dr. Hamka, Sp.P.

Pria kelahiran 1981 itu, merupakan perpaduan tanah sulawesi dan pulau sumatera atau dengan kata lain Aceh dan Bulukumba.

Dr. Hamka, Sp.P, yang merupakan jebolan Universitas Indonesia (UI) 2020 yang mengambil spesialis penyakit paru. Ternyata Pernah mengawali kariernya di Puskesmas Caile pada 2007 lalu, kemudian melanjutkan studinya pada 2017 hingga 2020.

BACA JUGA:   Gubernur Serahkan Bantuan Rp 50 Miliar dan 4 Bus untuk Pariwisata

“Semoga dengan hadirnya saya di RSUD Bulukumba dapat berdampak positif terkait pelayanan kesehatan ke masyarakat,” harap dr. Hamka.

Dr. Hamka juga berpesan kepada masyarakat Bulukumba untuk membantu dirinya dalam menurunkan angka penyakit TB, tentunya dengan menghindari penyebab penyakit paru seperti menghindari merokok dan minuman keras.

Dijelaskannya, bahwa poli paru terdiri dari pengobatan TB DOTS dan TB MDR. Sehingga kedepannya akan dilakukan skema pemisahan pasien infeksi dan non infeksi agar suapay tidak berkumpul disatu tempat. (**)