Pemuda Bonto Sunggu Sulap Sabut Kelapa Jadi Pot Bernilai Ekonomis

oleh -2.793 views
Pemuda Desa Bonto Sunggu, Erwin pembuat POT dari sabut kelapa dan penggagas Lorong Baru.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Pemuda jaman sekarang selalu ada akal menciptakan sebuah karya dan kreatifitas yang bisa dilirik masyarakat umum untuk mendatangkan pundi pundi.
Hal itu terlihat pada pemuda Desa Bonto Sunggu Kecamatan Gantarang Bulukumba.

Betapa tidak saat ini kreatifitas dan inovasi yang tengah digeluti Erwin adalah membuat cocopeat(pot bunga dari serbuk atau sabut kelapa).

Menurut Erwin,ide ini lahir setelah melihat potensi yang ada di sekelilingnya, sabut kelapa yang dikenal banyak dijumpai di Kecamatan Herlang dan Kajang terbuang begitu saja.

BACA JUGA:   Pakai Kompor Induksi Dapatkan Diskon Tambah Daya 75%, Ini Kelebihannya !!

“Sabut kelapa ini kita olah menjadi pot bunga,apa lagi di tengah situasi dampak covid 19 para emak-emak berburu bunga dan pot bunga,” ungkapnya, Minggu, 30 Agustus 2020.

Keunggulan pot bunga ini ramah lingkungan,sabut kelapa tahan sampai 10 tahun, juga kaya akan unsur hara mikro dan makro mampu menyerap air sehingga tidak perlu lagi khawatir jika lupa menyiram bunga di musim kemarau.

“pot sabut kelapa banyak keunggulannya. Bagi yang berminat silahkan merapat,” kata Erwin saat berdiskusi dengan Lorong Baru di warkop titik nol,sabtu 29 agustus 2020

BACA JUGA:   Bantuan UKM Terdampak Covid-19 Segera Cair

Dalam pembuatan pot bunga ini kata Erwin, bahannya dari serbuk kelapa, ijuk dan media tanamnya dari serbuk kelapa sendiri.

Kegiatan usaha ini terus di kembangkan Erwin bersama Kelompok Wanita Tani(KWT) Desa Bonto Sunggu Kecamatan Gantarang Bulukumba. tak hanya itu kata Erwin, ke depan akan melebarkan sayap untuk membuat cocofiber (tali dari serabut kelapa).

BACA JUGA:   Ikut Deklarasi Berdirinya MUKMI, Andi Makkasau jadi Narasumber Seminar

Sementara, salah seorang penggagas Lorong Baru, Sri Puswandi atau yang akrab disapa Bung Wandi mengatakan, pihaknya banyak berdiskusi dengan teman-teman di Lorong Pedesaan yang tengah menjalankan kegiatan usaha ekonomi produktif namun terkendala berbagai hal seperti perijinan,sarana prasarana, modal, pendampingan dan yang lainnya.

“Bersama Lorong Baru ke depan ini yang mau kita dorong bersama,bagaimana membangun sentra-sentra ekonomi produktif masyarakat melalui intervensi kebijakan pemerintah daerah,” ungkap Bung Wandi. (*)