Pemilihan BPD Bontoraja Kecamatan Gantarang Dinilai Tebang Pilih

oleh -2.097 views
Suasana proses Pemilihan anggota BPD Desa Bontoraja Kecamatan Gantarang. Dalam hal ini panitia diduga melakukan tebang pilih.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN, Com -Panitia pelaksana pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa bontoraja kecamatan gantarang, kabupaten bulukumba, diduga tidak netral alias tebang pilih

Proses pemilihan anggota BPD yang berlangsung di kantor desa bontoraja, Senin 24-Juni 2019. Dinilai penuh dengan unsur kecurangan. Dimana sistem keterwakilan dianggap berpihak pada kepala desa.

Calon anggota BPD dari Dusun Dusuru, Fatahuddin mengatakan, pada pembcaan jumlah peserta pemilik suara untuk dusun Dusuru. Ketua panitia, Risal mengesahkan terdapat 16 orang tambah 1 perwakilan karang taruna menjadi 17. Akan tetapi, pada proses perhitungan jumlah suara berubah menjadi 18 suara.

BACA JUGA:   Kadis PUPR Bulukumba Tinjau Jalan Rusak dan Talud di Bulukumpa

“Pada saat dibacakan hanya ada 17 orang. Tapi pada saat perhitungan suara beruba menjadi 18 orang. Berarti ada penambahan satu suara yang tidak diketahui,” ungkapnya.

Proses perhitungan yang sempat menimbulkan ketegangan tersebut dianggap cacat hukum jika panitia pelaksana tetap melakukan pengesahan. Pasalnya, tidak semua calon anggota BPD menandatangani berita acara pemilihan.

BACA JUGA:   Bulukumba Canangkan Sembilan Desa Organik

“Kalau ini tetap disahkan oleh panitia, tentu ini menyalahi aturan karena tidak semua calon BPD menandatangani berita acara sehingga itu dianggap tidak sah,” tambah Fatahuddin.

Diketahui, Pemilihan anggota BPD di hadiri Kepala Desa Bonto Raja, M Idrus, Babinkantibmas Bontoraja, Sukirman, calon anggota BPD, dan tokoh masyarakat.

Selain itu, sikap ketua panitia dianggap memperjelas adanya indikasi kecurangan pada proses pemilihan. Dimana pada saat salah satu calon BPD, Syamsul Arif menyodorkan SK sebagai guru di TK/TPA Al Quran ditolak.

BACA JUGA:   Tingkatkan Layanan, Pemkab Bulukumba-Ombudsman RI Tandatangani Nota Kesepahaman

“Yang lebih aneh, pada saat perhitungan terdapat kertas suara yang tak berstempel yang disiapkan panitia. Dan kertas itu hanya berisi satu nama tanpa disertai foto,” tambah Fatahuddin. (*)