Menparekraf Akui Keindahan Alam di Bumi Butta Panrita Lopi

oleh -100 views
Menparekraf, Sandiaga Uno menyerahkan piagam penghargaan Anugrah Desa Wisata Indonesia di Desa Ara.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dibuat takjub dengan keindahan alam di Bumi berjuluk Panrita Lopi yang dikunjunginya selama dua hari dari 24 hingga 25 November 2021.

Betapa tidak tak dapat dipungkiri pesona alam bahari yang membentang ratusan kilometer itu penuh dengan hamparan pantai pasir putih. Tak hanya pasir putih, di Bulukumba juga banyak spot tebing tebing bebatuan sekitar pantai yang menambah suasana eksotis sehingga menambah daya tarik wisatawan lokal dan mancanegara.

“Saya takjub dengan keindahannya alam pantai di Bulukumba dan hal ini merupakan anugerah Tuhan yang harus dilestarikan,” ungkap Sandiaga saat menyerahkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Kamis, 25 November 2021.

Dalam kunjungannya, Ia melihat jejeran perahu Pinisi komplit dengan para pengrajinnya sehingga muncul rasa kagum Daeng Paca’ gelar yang disandangkan Menparekraf saat menyerahkan penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan pengelola Desa Wisata Ara di Apparalang.

BACA JUGA:   Ekal Guru Honorer yang Memilih Kembangkan Usaha di Masa Pandemi

Selain itu, dengan sejuta potensi di Bulukumba termasuk perahu pinisi diyakini mampu menjadi daya tarik tersendiri sebagai wisata unggulan di daerah yang dikenal Butta Panrita Lopi ini.

“Kalau kita lihat Danau Toba sekarang perlu pinisi, dari mana datangnya? Talentanya dari Desa Wisata Ara, Bulukumba. Dan dari sini kita akan ekspor, bukan hanya keahlian tetapi juga keindahan alam supaya mampu dijadikan lahan usaha dan mensejahterakan masyarakat,” tuturnya.

Sehingga Sandiaga berpesan, dalam pemulihan sektor parekraf di Kabupaten Bulukumba. pertama, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak untuk menghadirkan ruang wisata bahari, termasuk Museum Pinisi.

BACA JUGA:   50 Penyelam Akan Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Perairan Bira, 5 Diantaranya WNA

Pesan selanjutnya yakni terkait permintaan Bupati Bulukumba adanya perhatian dari pemerintah pusat mengenai pengadaan bahan baku pembuatan perahu phinisi agar para pengrajin asal Bulukumba tetap dapat berusaha dan tidak keluar Kabupaten Bulukumba untuk membangun kapal pinisi.

“Jadi kami akan menggandeng Kementerian Perindustrian dan Poltekpar Makassar untuk sertifikasi kompetensinya, agar kompetensi para pengrajin ini bisa langsung kita hadirkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut pesan berikutnya yakni pembangunan Bandara Wisata di Bulukumba dikatakan Menparekraf RI permintaan tersebut akan segera diajukan dalam rapat ke lintas Kementerian, khususnya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Jadi ada tiga langkah konkret yang akan kita hadirkan, dan saya ucapkan selamat kepada Desa Wisata Ara yang sudah membuat pesantren terpanjang di dunia. Nanti akan kita daftarkan ke Museum Rekor Indonesia,” ucap Daeng Paca’ gelar Sandiaga Uno.

BACA JUGA:   Wow, Siswa SMKN 9 Ciptakan Alat Pengontrol Rumah Tangga Gunakan Smartphone

Mendengar kabar tersebut, Bupati H. A. Muchtar Ali Yusuf mengaku gembira serta berharap dengan datangnya Menparekraf RI dapat mewujudkan sejumlah program yang sudah sampaikan.

“Daeng Paca datang ke Bira, tentunya sangat-sangat kami apresiasi. Kedatangan Daeng Paca juga sangat dinantikan, buktinya dengan antusias masyarakat, para ibu-ibu khususnya,” tutur Bupati Muchtar Ali Yusuf.

Seusai melihat dan mengunjungi beberapa spot di Tebing Appalarang Desa Ara, Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno bersama rombongan melanjutkan perjalanan kelokasi kunjungan berikutnya yang diantar langsung Bupati Bulukumba dengan speedboat milik PT. Amaly menuju pelabuhan Pamatata Kepulauan Selayar. (**)