Melalui Ramah Tamah, dr Rajab : Saya Titip Istri dan Anak Saya

oleh -305 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Suasana haru seketika menyelimuti seluruh ruangan saat acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke – 56 yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Ramah Tamah Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba

Saat memberikan sepatah kata, mantan orang nomor satu di rumah sakit itu, dengan sorot matanya yang tajam tak dapat menyembunyikan kesedihan dan rasa haru yang dirasakannya, sambil berkata

“Saya titip keluarga saya, istri dan anak saya masih ada di rumah sakit,” ungkapnya lirih sambil menatap ke depan.

BACA JUGA:   Lewati Target Sensus Online, Bupati Bulukumba Terima Penghargaan BPS

Beliau adalah dr. H. Abdur Rajab H,MM, yang mengawali karirnya sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) pada 24 tahun yang lalu

Kini usianya tidak lagi mudah dan telah memasuki usia pensiun atau Purnabhakti pada Oktober 2020 lalu

Namun semangat dan kegigihannya dalam etos kerja sangatlah menjadi contoh dan panutan bagi banyak pegawai di RSUD Bulukumba

Sosoknya yang humanis serta humoris membuatnya tak memiliki sekat bagi siapapun, sehingga apapun masalah yang dihadapi oleh bawahannya dikala itu, semuanya dapat terselesaikan dengan baik

BACA JUGA:   Ramayana Bulukumba Tutup Selamanya 28 Agustus 2017?

“Saya sangat bersyukur karena masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, hingga memasuki usia pensiun dan bisa hadir ditempat ini. Pesan saya, jadilah pelayan bagi masyarakat, layani pasien dengan baik mumpung masih diberi amanah dan tanggung jawab. Ingatki bahwa jabatan hanyalah titipan, karena suatu saat nanti pasti kalian akan mengikuti saya sebagai seorang Purnabhakti,” kata dr. Rajab

BACA JUGA:   Launching Kampung Zakat, Bupati : Semoga Menjadikan Masyarakat Kahayya Sejahtera

Selain itu, sebelum mengakhiri sambutannya, Pria kelahiran Bulukumba 8 Oktober 1962 itu juga menyampaikan permohonan maaf bila selama menjadi pembimbing sebagai seorang Direktur RSUD, terdapat sikap yang kurang berkenang baik itu disengaja maupun tidak disengaja.

“Manusia tempatnya salah, olehnya itu saya memohon maaf yang sebesar – besarnya jika dalam perkenalan dan kebersamaan ada khilaf yang sempat melukai hati mohon untuk dimaafkan,” pungkasnya. (**)