Kasus Bronchopneumonia pada Anak Meningkat di RSUD Bulukumba : Ini Tips dan Pencegahannya !!

oleh -1.907 views
Kasubag Humas dan Promosi Kesehatan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Gumala Rubiah.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN, Com – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba mencatat sebanyak 677 kasus penderita Bronchopneumonia selama dua tahun terakhir ini. Kasus ini dianggap meningkat dari tahun ke tahun.

Kasubag Humas dan Promosi Kesehatan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Gumala Rubiah merinci, 677 kasus Bronchopneumonia berdasarkan data 2017 dan 2018. 2017 sebanyak 225 kasus sedangkan 2018 lebih meningkat yaitu sebanyak 452 kasus dan dominan diderita pada usia anak.

BACA JUGA:   Ini Pesan Wadir I RSUD Bulukumba Kepada 19 CPNS

Bronchopneumonia kata dia, penyakit yang disebabkan oleh virus, dan bakteri yang menyerang kantong kantong – kantong udara di paru – paru yang dapat menimbulkan gejala sesak nafas, demam, batuk berdahak, sakit kepala, nyeri otot, lemas, lesu, dan tidak bertenaga.

Sehingga kata Gumala, untuk menekan angka kasus Bronchopneumonia ada berbagai hal yang harus dilakukan sebagai pencegahan yakni menjauhkan anak anak dari paparan asap rokok di rumah. Kemudian, meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan memberikan asupan gizi yang cukup, jauhkan dari penderita infeksi saluran pernafasan, rutin cuci tangan menggunakan sabun untuk mencegah transmisi penyakit. Kemudian juga kondisi rumah yang harus memiliki ventilasi dan pencahayaan cukup.

BACA JUGA:   Kuraisy, Perawat Pertama RSUD Bulukumba yang Di Vaksin Covid 19

“Jadi ada baiknya jika kita mencegah daripada mengobati khusus orang dewasa jika memiliki riwayat penyakit infeksi pernafasan harus menggunakan masker jika menggendong dan dekat pada anak. Kemudian kondisi rumah harus miliki ventilasi dan pencahayaan cukup dari sinar matahari sehingga bisa membunuh bakteri atau virus, serta hindari merokok dalam rumah karena partikel carbon pada asap bisa menempel di perabotan seperti kursi, tempat tidur, gorden, seprei meja dan lain sebagainya,” ungkap Gumala, Rabu, 10 April 2019.

BACA JUGA:   Launching WiFi Publik, Diskominfo-Telkom Kampanyekan Internet Sehat

Kemudian jika anak menderita batuk dan sesak nafas sesegera mungkin konsultasikan ke dokter atau bawa langsung ke pelayanan kesehatan khususnya RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan brochopneomonia yang diderita. (*)