Kapolres Bulukumba Pimpin Konferensi Pers Penganiayaan Dengan Pisau Dapur

oleh -

BULUKUMBA,BERITASELATAN.COM – Kepolisian Resor Bukukumba Polda Sulsel kembali menggelar Konferensi Pers pengungkapan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan benda tajam pisau dapur.

Kegiatan ini dilaksanakan didepan ruang gelar Satreskrim Polres Bulukumba dihadiri oleh beberapa media online dan media Televisi, Kamis, 21 Maret 2024.

Konferensi pers ini dipimpin langsung Kapolres Bulukumba AKBP Andi Erma Suryono, S.H.,S.I.K.,M.M di dampingi AKP H.Marala Kasi Humas dan IPTU Andi Umar KBO Satreskrim mewakili Kasat Reskrim.

Kapolres Bulukumba dalam rilisnya mengatakan tersangka H (20) warga Kabupaten Jeneponto ini diamankan lantaran terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan benda tajam.

BACA JUGA:   Hari Ultahnya ke 64, Bupati Bulukumba Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI

Korban dalam kejadian ini yakni S (22) alamat Jl.Sungai Balantieng kelurahan Kasimpureng Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba, Sul-sel.

Korban saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif di salah satu Rumah sakit di Makassar.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Minggu 10 Maret 2024 sekitar pukul 18.30 Wita, di Jl.Muh.Hatta Kelurahan Tanah Kongkong Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

BACA JUGA:   BAZNAS Bulukumba Bantu Renovasi Rumah Lansia di Jalanjang

Kronologis kejadian itu kata Kapolres, bermula pada Minggu 10 Maret 2024 siang, tersangka dan korban berselisih paham di Jalan poros Kelurahan Ela-ela Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba

Pada pukul 18.00 Wita petang, Ketika tersangka H berada di penjual Martabak, kemudian datang korban S bersama beberapa temannya langsung menyerang tersangka, kemudian tersangka mengambil pisau dapur di penjual martabak tersebut.

Melihat tersangka memegang senjata tajam, korban lalu berlari hendak meninggalkan TKP namun korban terjatuh akibat menabrak tiang listrik.

BACA JUGA:   181 Orang Calon Panwascam di Bulukumba Ikuti Tes Tertulis Online

Melihat korban terjatuh, tersangka lalu mendatangi korban dan langsung menikam korban beberapa kali pada bagian perut, lengan serta lutut korban.

“Terkait motifnya disebabkan karena tersangka dengan korban berselisih paham beberapa jam sebelum kejadian penganiayaan itu.” Ungkap Kapolres.

“Barang bukti sebilah pisau dapur yang digunakan tersangka telah diamankan, atas kejadian itu tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara,” tutup Kapolres. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.