Ini Penjelasan Pihak Dokter yang Menangani Bayi Meninggal di RSUD Bulukumba

oleh -89 views
Humas RSUD Bulukumba bersama dengan dokter melakukan jumpa pers terkait bayi yang meninggal dalam kandungan.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Dokter RSUD Sultan Daeng Raja Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang menangani Bayi lahir meninggal saat persalinan dengan kondisi tubuh bagian leher dan lengan terputus penuh jahitan angkat bicara melalui konfrensi pers yang dilaksanakan di Aula RSUD Bulukumba, Rabu, 11 Mei 2022.

Dokter yang menangani adalah dr.Hj.A.Asniar Siri, SpOG., M.Kes, Dokter Spesial Bedah dan Persalinan.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan kepada pasien ibu hamil Mutmainnah warga Desa Karama, Kecamatan Rilau Ale, telah di tangani sesuai standar operasi prosedur (SOP).

Termasuk mengambil keputusan pasien melahirkan normal setelah bayi meninggal dalam rahim, itu untuk menyelamatkan dan menjaga reproduksi kandungan ibu bayi.

“Tidak lewat operasi, Itu untuk menghindari infeksi dalam rahim ibunya, karena jika melalui operasi pasti ada luka dan itu bisa menimbulkan infeksi, serta pemulihan sang ibu kalau dioperasi itu memakan waktu lama,” kata dr. Asniar kepada wartawan.

Ia pun mengaku bahwa ada bagian tubuh bayi yang putus saat persalinan dan dilakukan penjahitan, Tapi itu di anggap hal biasa terjadi dalam dunia medis persalinan lantaran bayi tersebut diprediksi sudah dua hari meninggal dalam kandungan atau melebihi dari 48 jam sebelum di rujuk di RSUD Bulukumba yang diketahui setelah melakukan Ultrasonografi (USG).

BACA JUGA:   PABPDSI Menggelar Audiens di DPRD Bulukumba

Dengan kondisi kematian dalam janin, otomatis semua organ tubuh akan bermasalah, otot dan tulang lemah dan akan mengalami pembusukan.

Sehingga ketika dilakukan persalinan, saat bayi di tarik keluar pasti ada organ yang putus.

“Saat kepalanya lahir, kami mencoba untuk menarik dan putus. Karena memang semua jaringannya itu sudah lunak,” kata Asniar.

Lalu kenapa mesti dijahit ? Dr.Asniar mengatakan itu sebagai etika medis atau penghormatan kepada pihak keluarga pasien.

Dokter Asniar menjelaskan, Pada Minggu malam 8 Mey 2022 hingga siang ada Dokter Jaga, cuman dirinya sebagai Dokter Spesialis tidak standby di rumah sakit, karena bukan waktu Sip nya, tetapi tetap melayani melalui By phone atau menanyakan kondisi pasien secara berkala melalu hubungan telepon.

BACA JUGA:   Wabup Tinjau Sumber Air PDAM di Na'na

Pasien juga saat masuk langsung di tangani oleh pihak perawat dan bidan yang jaga.

” Saat pasien masuk, saya selalu berkomunikasi dengan bidan jaga, baik menanyakan keadaan pasien dan mengarahkan bidan melakukan pemeriksaan, dan keadaan ibunya baik baik saja dan detak jantung bayi dalam kandungan saat malam pertama normal,” jelas Asniar.

Sementara Dokter Rizal menjelaskan, pasien hamil bernama Mutmainna istri dari Harbi.M merupakan pasien rujukan dari PKM Bontobangun.

Pasien setiba di RSUD langsung dilayani, perawat sempat mengecek pasien dengan alat seadanya. Semuanya dianggap normal. Mulai tekanan darah hingga kandungan. Masih ditemukan detak jantung janin. Tetapi, setelah USG, ditemukan janin sudah meninggal.

“Awalnya, kami menduga itu detak jantung janin, tapi ternyata salah setelah dicek di laboratorium. Namanya juga, petugas jaga masih manusia biasa,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Keluarga untuk Kampung Zakat Kahayya Terima Paket Logistik

Rizal mengaku pihaknya tidak angsung melakukan proses persalinan. Sebab, pasien tidak dikategorikan dalam keadaan emergency.
Pasien masih dinilai normal.

Meski pada saat itu bayi telah meninggal dalam kandungan, Sehingga, dokter memberikan obat perangsang dan menunggu persalinan normal, karena dinilai lebih aman untuk pasien daripada operasi Caesar.

Sedangkan tekanan darah saat di cek normal yakin di bawah 140/80. itu menandakan normal, bukan emergency,” ungkapnya.

Pasien, kata Rizal, sempat USG disinjai dan ingin di rawat tetapi keluarga pasien menolak, lebih memilih pulang ke Bulukumba dengan naik motor, Diduga di situlah terjadi kecelakaan pada janin dalam perut,” jelas dia.

Saat ini, jasad bayi telah di kebumikan di kampung halaman orang tuanya di Desa Karama, kecamatan Rilau Ale, Bulukumba

Pihak keluarga pun telah pasrah atas kepergian bayi tak berdosa itu, sedang sang ibu yang sempat di rawat di RS juga telah pulang dikediamannya di Desa Karama. (**)