BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Sekatan, mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyakit Demam bBerdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedies Aigepti.
Yang dapat menyerang siapapun tanpa mengenal usia. Terlebih pada kondisi dimusim penghujan seperti saat sekarang ini.
Kasubag Humas dan Promkes RSUD Bulukumba, Gumala Rubiah, menjelaskan, bahwa secara umum gejala DBD biasanya diawali dengan demam setelah digigit nyamuk yang telah terinfeksi, kemudian muncul ruam atau lebam di bagian tubuh yang muncul setelah 3 sampai 4 hari pasca demam.
“Jika memiliki gejala yang dimaksud, di sarankan untuk konsultasi dan periksa ke dokter, baik itu di puskesmas maupun di rumah sakit,” kata Gumala Rubiah, Rabu, 12 Februari 2020.
Adapun nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue lanjut Mala sapaannya, memiliki sistem kerja dengan cara mentransfer darah yang telah terinfeksi ke orang lain. “Setelah menggigit ketubuh yang terinfeksi, nyamuk tersebut kemudian hinggap ketubuh orang lain untuk mentransfer darah yang telah terjangkit virus DBD,” jelasnya.
Terkait dengan penanganan awal jika terjangkit DBD, diminta untuk banyak istirahat dan perbanyak mengkomsumsi air putih, setelah itu harus memeriksakan kondisi tubuh ketempat pelayanan kesehatan.
Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang harus diketahui oleh masyarakat agar dirinya dan keluarganya dapat terhindar dari gigitan nyamuk penyebab DBD.

Misalnya, selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dan menjaga kondisi lingkungan tempat tinggalnya agar selalu bersih.
Serta memperhatikan 3M, yakni menguras tempat-tempat penampungan air yang tidak terpakai, Menutup tempat-tempat penampungan air, dan Mengubur barang-barang bekas maupun plastik bekas yang dapat digenangi air, dimana pada tempat-tempat tersebut diatas menjadi media favorit perkembangbiakan nyamuk Aides Aigepti penyebab virus DBD.
Sementara kata Gumala khusus pekan ini sebanyak sembilan kasus yang mengalami DBD dan tengah mendapatkan perawatan secara intensif. (*)