BULUKUMBA,BERITASELATAN.COM – Teknologi modern asal Jepang untuk penanganan drainase diperkenalkan di Kabupaten Bulukumba melalui demonstrasi dua unit kendaraan khusus, yakni High-Powered Suction Vehicle (kendaraan penyedot berdaya tinggi) dan High-Pressure Jetting Vehicle (kendaraan penyemprot bertekanan tinggi), Senin hingga besok Selasa, 2–3 November 2026.
Demonstrasi yang dipasok oleh Yamaguchi Wrecker Co., Ltd. tersebut berlangsung di sejumlah titik di Kota Bulukumba. Kegiatan ini merupakan daerah kedua setelah Kota Makassar yang sebelumnya menjadi lokasi demonstrasi serupa.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng dan Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris turut menyaksikan langsung kemampuan kedua kendaraan tersebut dalam membersihkan saluran drainase.
Konsultan Kanematsu Engineering Co., Ltd., Takashi Harada, menjelaskan bahwa pihaknya mendatangkan dua unit kendaraan dengan kapasitas masing-masing 2,5 meter kubik, tetapi memiliki fungsi berbeda. Satu unit berfungsi menyedot lumpur, sampah, dan material endapan, sementara unit lainnya menyemprotkan air dengan tekanan tinggi untuk membersihkan saluran dari kotoran dan penyumbatan.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pemerintah daerah melakukan pemeliharaan drainase secara lebih efektif tanpa harus mengerahkan banyak tenaga manusia.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga dapat memesan kendaraan dengan kapasitas lebih besar sesuai kebutuhan.
Unit yang didemonstrasikan di Bulukumba masih tergolong skala kecil, sementara kapasitas kendaraan terbesar yang tersedia mencapai 10 meter kubik.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengapresiasi demonstrasi teknologi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah daerah, khususnya perangkat daerah terkait, untuk melihat dan mempelajari pemanfaatan teknologi modern dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam meningkatkan efektivitas penanganan dan pemeliharaan infrastruktur drainase di Kabupaten Bulukumba.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris mengatakan bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah adalah memastikan lingkungan tetap terjaga dengan baik, termasuk menjamin saluran air berfungsi secara optimal.
Menurutnya, kehadiran teknologi penyedot dan pembersih drainase tersebut sangat mendukung upaya mewujudkan Kota Bulukumba yang lebih bersih sekaligus mencegah penyumbatan saluran air yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama saat musim hujan.
Teknologi ini diperkenalkan melalui kerja sama City-to-City antara Kota Makassar dan Kota Yokohama, Jepang, dalam proyek Kota Nol Karbon yang berfokus pada sektor transportasi dan energi. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Melalui demonstrasi ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung alternatif teknologi penanganan drainase yang lebih modern, efektif, dan efisien.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat pengelolaan infrastruktur perkotaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengantisipasi risiko genangan dan banjir akibat penyumbatan saluran drainase.(*)








