Tak Diundang Musda, Bacalon dan Loyalis Partai Ramai ramai Segel Kantor Golkar

oleh -1.018 views
Terlihat kantor Partai Golkar di segel oleh kader.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Musyawarah Daerah (Musda) ke X Partai Golongan Karya (Golkar) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bulukumba mendapat sorotan dari kader Partai.

Bahkan sorotan itu juga muncul dari para calon ketua yang mengaku tidak diundang di acara Musda yang dilaksanakan hari ini (Minggu, 29 Agustus 2021) yang digelar di Pantai Bira, Kecamatan Bontobahari.

Andi Mallanti salah satu mantan pimpinan cabang kecamatan Kindang, yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Partai Golkar Bulukumba, di Jln. Jendral Sudirman, Kec. Ujung Bulu mengaku bahwa dirinya tak diundang diacara Musda Golkar.

” Saya sudah 40 tahun jadi pengurus Golkar, tapi nanti dipengurusan Taufan Pawe baru begini kondisi Musda Golkar”, ungkap Andi Mallanti dalam orasinya.

Bahkan kata dia dalam orasinya, dengan tegas meminta kepada Taufan Pawe agar angkat kaki dari Bulukumba.

Sementara itu, Andi Hamzah Pangki yang merupakan salah satu calon ketua Partai Golkar mengaku bahwa dirinya sebagai calon juga tidak mendapatkan undangan dari panitia Musda.

BACA JUGA:   Soal Tunjangan Honorer, Askar-Pipink: Perkara Mudah untuk Diwujudkan

” Ia benar saya tidak diundang oleh panitia, padahal kan saya juga calon ketua”, ungkap Hamzah Pangki.

Dia juga mengaku, bahwa bukan hanya dirinya selaku calon yang tak diundang, tapi calon lain seperti, Puang Sukri, Irwan Nasir, Nasri Taba dan H. Abu Thalib juga tidak diundang.

” Inikan aneh, syarat 30% saya sudah penuhi. Tapi saya tidak dapat undangan Fit and Propert Test”, kesal Hamzah yang juga mantan ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba.

Ini juga kami pertanyakan, kata Hamzah. Kenapa tidak ada Fit padahal sudah dijadwal 17 kabupaten.

Sama halnya dengan Irwan Nasir, yang juga merupakan calon ketua Golkar namun tidak diundang untuk hadir di acara Musda di Bira. Akibatnya, dia dan kader partai Golkar lainnya melakukan aksi unjuk rasa hingga melakukan penyegelan kantor Partai Golkar.

” Saya juga calon ketua, tapi tidak diundang dinda”, kata Irwan Nasir.

BACA JUGA:   Syamsuddin Janjikan Keterbukaan Anggaran Dimulai dari Rujab

Dengan kisruh ini kata Irwan, dirinya ancam untuk keluar dari Partai yang berlambang pohon beringin itu.

” Hari ini kami mendatangi kantor Golkar, kami bertujuan untuk mempertanyakan soal Musda, tapi karena disana tidak ada orang. Makanya kami segel itu kantor”, jelas Katua LMPI Bulukumba itu.

Dia juga menjelaskan, bahwa selain dirinya yang hadir dalam aksi itu, sejumlah pimpinan kecamatan yang menurutnya diberhentikan oleh PLT Ketua DPD II Golkar juga hadir dan masing-masing mengecam proses Musda Golkar Bulukumba.

” Diantaranta itu ada Pincam Gantarang, Ujung Loe dan Pincam Kindang”, tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda Golkar H. Arkam Bohari mengatakan bahwa Musda Golkar berjalan sesuai dengan aturan.

” Jadi begini, peserta yang diundang itu hanya pemiliki suara, terkait pimpinan kecamatan yang merasa tidak diundang itu karena kan mereka bukan lagi ketua. Masa pengurusannya sudah berakhir”, ungkap Arkam.

Sementara terkait calon yang tidak diundang, itu karena mereka bukan pemilik suara.

BACA JUGA:   Warga Bontomasila : Kacamatayya Tawarkan Program, Bukan Uang

” Mereka itu (bakal calon) kan bukan pemilik suara, bahkan setelah dilakukan verifikasi berkas. Kelima Balon itu tidak memenuhi syarat”, tambah mantan Anggota DPRD Bulukumba 2 periode itu.

Ditanya soal Fit and Profert Test, Arkam membeberkan bahwa tetap dilakukan Fit and proper test oleh pihak DPD I.

” DPD tetap melakukan Fit kepada Balon yang memenuhi syarat, dan itu dilakukan tadi malam,” tambah dia.

Diapun mengatakan, jika ada pihak yang tidak menerima proses Musda Bulukumba ini, dia menyarankan untuk melayangkan aduan ke Mahkamah Partai.

“Kalau memang ada yang merasa musda Golkar melanggar aturan, yah Silahkan layangkan aduannya ke Mahkamah Partai,” ungkapnya.

Sesuai pantauan media ini, saat aksi berlangsung di kantor Partai Golkar, pintu kantor disegel dan sejumlah poster tertempel di dinding dengan bertuliskan “Copot Taufan Pawe” dan teriakan lantang dari sejumlah loyalis Partai Golkar. (**)