MAKASSAR,BERITASELATAN.COM – Di tengah tantangan pers Indonesia yang semakin kompleks pasca-akhir 2025 dari dominasi platform global hingga penurunan kebebasan pers Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) terus ekspansi ke daerah.
Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kini resmi punya kepengurusan FPRMI untuk masa bakti 2025-2028, menandai langkah strategis mempererat solidaritas pemimpin redaksi media multimedia di wilayah pesisir timur Sulsel.
Melalui Surat Keputusan DPD FPRMI Sulawesi Selatan Nomor 001-PD/021/FPRMI/Prov/XII/2025 yang ditetapkan di Makassar pada 26 Desember 2025, Saiful Alief Subarkah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus FPRMI Kabupaten Bulukumba. Saiful, yang dikenal sebagai pegiat media lokal Bulukumba, serta aktif dalam pembinaan olahraga melalui Liga Pelajar Indonesia, akan memimpin tim yang solid.
Ia didampingi Sufri (Harian Upeks) sebagai Sekretaris dan Uswatun Hasana Amien sebagai Bendahara. Kepengurusan ini lahir dari musyawarah anggota setempat yang sesuai AD/ART FPRMI, serta landasan hukum seperti UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
“Pembentukan ini bukan sekadar struktur baru, tapi komitmen kami untuk hadir lebih dekat di akar rumput,” ujar Saiful Alief Subarkah saat dikonfirmasi. “Di Bulukumba, kami ingin memperkuat pemberitaan berkualitas yang mendukung pembangunan daerah, literasi media, dan melindungi kebebasan pers di tengah banjir informasi digital.”
Ketua DPD FPRMI Sulsel Surianda Panambai, yang menandatangani bersama Sekretaris Muh Iksan, menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan visi nasional FPRMI. Organisasi yang dipimpin Ketua Umum Bernadus Wilson Lumi ini aktif dalam program seperti Pemred Sahabat Desa bersama Kemendes PDT, Pena Emas Award, dan Pimred Award—yang baru saja menghargai tokoh seperti Panglima TNI—untuk memperkuat peran pers sebagai mitra pembangunan dan penjaga demokrasi.
Bagi Saiful Alief Subarkah, perjalanan ini penuh makna. Sebagai sosok yang pernah menulis tentang eksistensi radio konvensional di era digitalisasi (sejak 2019), ia memahami betul bagaimana media lokal berjuang bertahan. Kini, dengan posisi barunya, ia berharap bisa menginspirasi generasi muda Bulukumba—termasuk alumni dan pegiat olahraga yang ia dukung—untuk terlibat dalam jurnalisme profesional.
“Kami ingin FPRMI Bulukumba menjadi jembatan antara media nasional dan lokal, mendorong pemberitaan yang inklusif tentang wisata Tanjung Bira, budaya pinisi, hingga isu pembangunan desa,” tambahnya.
Di era di mana tren nasional menyoroti tantangan jurnalisme seperti KUHP baru dan dominasi algoritma (seperti refleksi HPN 2026: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”), pembentukan cabang ini menjadi sinyal positif. FPRMI Bulukumba diharapkan berkontribusi pada literasi media di daerah, mengurangi disinformasi, dan mendukung ekonomi kreatif lokal Sulsel. (*)







