Rakortas R3P, Bupati Basli Minta Percepatan Realisasi Bantuan DSP BNPB

oleh -

SELAYAR, BERITA SELATAN.Com – Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pembahasan Dokumen Rencanan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) secara virtual.

Kegiatan yang difasilitasi dan dikoordinir oleh Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia (D-2) ini, diikuti oleh, BNPB, Kemenko PMK, Kementerian PUPR, BPBD Provinsi Sulsel dan jajaran pejabat OPD terkait Pemkab Kepulauan Selayar melalui aplikasi zoom meeting dari Ruang Vidcon Rujab Bupati, Jumat, 18 November 2022.

Membuka rapat, D-2 Sekretariat Wakil Presiden, Suprayoga Hadi, mengatakan bahwa rakortas ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya, pada 6 Sepetmber 2022 lalu.

BACA JUGA:   Professor Akbar Silo Resmi Menjabat Sebagai Rektor ITSBM Selayar

“Diharapkan Rakortek hari ini dapat memfasilitasi aksi tindaklanjut yang
termaktub dalam R3P untuk penuntasan penanggulangan bencana yang dialami Kabupaten Kepulauan Selayar,” ucapnya.

Advertisement

Sementra itu, Bupati Basli Ali mengawali paparannya dengan menjelaskan mengenai dampak terjadinya gempa bumi 7,4 skala richter di wilayah Kepulauan Selayar pada 14 Desember 2021 lalu.

“Akibat gempa, sejumlah infrastruktur dan rumah penduduk mengalami kerusakan, yang lebih mengkhwatirkan, terjadinya penurunan permukaan tanah kurang lebih 1,5 meter sehingga air laut menggenangi pemukiman yang berada dipesisir,” paparnya.

Advertisement

Sektor perumahan merupakan sektor prioritas karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang penanganannya harus dilakukan segera, sehingga penanganan untuk rumah terdampak harus dituntaskan tahun ini, lanjut Bupati

BACA JUGA:   Festival Takabonerate Resmi Dibuka oleh Sekda Provinsi Sulsel
Advertisement

Basli Ali menyebut berdasarkan hasil analisis yang termuat dalam dokumen R3P Gempa Bumi 7,4 Skala Richter Kabupaten Kepulauan Selayar, besarnya kerugian dan kerusakan akibat dampak bencana gempa bumi tersebut sebesar Rp. 775 Milyar lebih.

Advertisement

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, masih sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Diperkirakan total kebutuhan pendanaan untuk rehabilitasi rekonstruksi pascabencana gempa bumi Kabupaten Kepulauan Selayar sebesar Rp. 353 Milyar lebih.

“Skala perioritasnya adalah Sektor Perumahan sekitar Rp. 19 Milyar- Sektor Infrastruktur Rp. 313 Milyar, Sektor Ekonomi Rp. 825 juta Sektor Sosial Rp. 20 Milyar dan Lintas Sektor Rp. 280 juta.” Papar Bupati merinci perkiraan kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dengan jangka waktu pemulihan selama 3 (tiga) tahun yaitu periode tahun 2022 sampai dengan tahun 2024.

BACA JUGA:   TP PKK Pokja 4 Gelar Pelatihan Daur Ulang Sampah di Desa Bontoborusu

Dalam Rakortas Pembahasan R3P ini, Bupati Basli juga mengharapkan Percepatan realisasi bantuan Dana Siap pakai (DSP) untuk perbaikan rumah Warga Terdampak Bencana
senilai Rp.7,9 M yang masih berproses di BNPB, serta Percepatan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi khususnya pembangunan infrastruktur pantai di
Kecamatan Pasimaranu dan Kecamatan Pasilambena. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.