Peringati HUT PPNI Ke – 47, Perawat RSUD Bulukumba Gelar IHT PPI

oleh -93 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Bulan Maret menjadi hari istimewa bagi seluruh Perawat di Indonesia. Pasalnya, Pada bulan ini tepatnya tanggal 17 Maret merupakan Hari Perawat Nasional yang juga merupakan hari lahirnya organisasi Profesi Perawat yakni Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), tepatnya pada tanggal 17 Maret 1974 lalu.

Banyak agenda serta kegiatan yang biasanya digelar dalam memperingati HUT Perawat tersebut, tak terkecuali yang dilakukan oleh perawat – perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:   Sambangi Tokoh Masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Balleanging Sampaikan Ini

Dimana para perawat di RSUD Bulukumba menggelar _In House Training_ (IHT) Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI).

“Ini merupakan kegiatan kami para perawat di RSUD Bulukumba dalam rangka memperingati HUT PPNI yang Ke – 47,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI RSUD Bulukumba, Fatmawati, S.Kep.Ns, Rabu 17 Maret 2021.

Dikatakannya, bahwa kegiatan IHT ini adalah merupakan bentuk perhatian sebagai pengurus organisasi profesi kepada para perawat khususnya di RSUD. Dimana tentunya diharapkan dengan adanya in house training ini, dapat menambah dan meningkatkan kemampuan serta pengetahuan para perawat terkait pencegahan infeksi

BACA JUGA:   Pengurus SKin Chapter Bulukumba Resmi Dikukuhkan

Fatmawati juga menyampaikan, bahwa PPNI selaku organisasi profesi perawat merupakan perwujudan semangat profesi keperawatan dimana seluruh pelayanan keperawatan pada intinya berfokus pada menjaga dan meningkatkan status kesehatan pasien, keluarga dan masyarakat

Adapun Tema dalam peringatan HUT PPNI ke – 47 ini adalah “Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19 dan Masyarakat Sehat”.

BACA JUGA:   Bersama Barang Bukti, Satres Narkoba Ciduk Warga Kajang

“Tema ini diangkat sebagai gambaran di tengah pandemi Covid-19, perawat merupakan garda depan sekaligus tembok pertahanan terakhir dalam penanganan covid-19 yang berjuang secara terus-menerus mengemban tugas dan amanah sebagai profesi. Bahkan tidak sedikit perawat demi memenuhi sumpah profesinya harus gugur dalam tugasnya,” tutupnya. (**)