Pekan Depan, Genap 2 Tahun Teror ke Novel Baswedan Tanpa Kejelasan

oleh -359 views
Penyidik KPK, Novel Baswedan

JAKARTA, BERITA SELATAN, Com – Pekan depan tepatnya pada 11 April 2019 menjadi semacam peringatan ‘ulang tahun’ kedua atas ketidakjelasan teror penyiraman air keras yang dialamiĀ Novel Baswedan. Atas teror itu kini Novel belum dapat melihat secara sempurna karena salah satu matanya mengalami luka.

“Minggu depan atau tepatnya tanggal 11 April 2019, KPK akan memperingati teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang menyebabkan matanya hampir buta namun pelakunya belum tertangkap,” ujar Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo dalam keterangannya, Kamis, 4 April 2019.

BACA JUGA:   Pertanian dan Maritim Bulukumba Dinilai Mampu Penuhi Kebutuhan Pangan Sulsel

Yudi menyebut WP KPK akan menggelar Panggung Rakyat Antikorupsi sekaligus deklarasi Stop Teror pada hari itu. Undangan pun disebut Yudi telah disebar

WP KPK menyebar 1.000 undangan kepada tokoh nasional, organisasi-organisasi yang pro-pemberantasan korupsi, serta kepada mantan pimpinan sejak periode awal KPK dibentuk yaitu tahun 2003 dan mantan pegawai KPK yang saat ini bekerja di BPK, BPKP, Kementerian Keuangan, Kepolisian, Kejaksaan, LPSK, OJK dan lainnya untuk mendeklarasikan Stop Teror kepada pegawai dan pimpinan KPK,” ucapnya.

BACA JUGA:   SBY: Syekh Ali Jaber Ulama yang Teduh dan Mencerdaskan Umat

Selain deklarasi Stop Teror, kegiatan itu disebut Yudi akan berisi sarasehan budaya oleh Cak Nun serta konser musik antikorupsi. Lebih daripada itu, Yudi masih menyerukan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen untuk mengusut teror pada Novel tersebut.

Novel yang merupakan penyidik KPK disiram air keras pada subuh 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, Novel harus menjalani serangkaian operasi di bagian matanya.

BACA JUGA:   Komnas Perempuan Usulkan Vanessa Konseling, Bukan Ditahan

Hingga kini, siapa pelaku dan motif penyiraman air ker terhadap Novel itu belum juga terungkap. Kepolisian telah membentuk tim gabungan yang berisi pakar dan unsur lainnya untuk mempercepat pengusutan kasus ini.(haf/dhn)