BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Ratusan sopir truk bersama buruh pekerja tambang yang tersebar di sejumlah wilayah di Bulukumba, menggelar aksi di Gedung DPRD Bulukumba, Senin 14 November 2022.
Akibat aksi itu membuat ruas jalan provinsi menjadi macet lantaran sopir truk menutup jalan. Aksi tersebut menuntut agar tambang yang telah ditutup sejak dua pekan lamanya dibuka kembali.
Koordinator Serikat Buruh pekerja tambang, Akbar, dalam orasinya meminta agar DPRD Bulukumba ikut mengawal aspirasi mereka agar tambang tempat para sopir dan buruh menggantungkan hidup segera dibuka.
“Kasihan mereka (Sopir dan Buruh, red) tidak bekerja padahal mereka menggantungkan hidup bekerja di tambang sebagai sopir dan buruh, ini persoalan kemanusiaan soal perut, ” Ujarnya.
Iskandar salah satu Sopir Truk, meminta agar seluruh tambang yang ada di Bulukumba dibuka, Pasalnya dari penutupan itu dia sejak dua pekan ini tidak lagi bisa mengangkut bahan material dan hanya memganggur sementara.
“Dua minggu mi ini saya tidak ada angkutan bukan saya saja tapi ratusan sopir lainnya apa yang mau di angkut kalau tambang ditutup, ” Katanya.
Terpisah, Rohani salah satu buruh pekerja tambang meminta agar pemerintah bersama DPRD memperhatikan nasib rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari menjadi buruh di tambang.
“Alhamdulillh selama ini anak bisa sekolah bisa makan karena hasil menjadi buruh, kita bisa dapat Rp100 ribu perhari tapi kalau begini sudah dua pekan lebih tidak bekerja, kita mau makan apa? , kami juga mau beli ikan beras dan keperluan dapur, “ujarnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba, H Rijal, S. Sos, yang menerima langsung aspirasi Keluarga Serikat Buruh dan Sopir Truk terkait penutupan tambang galian C di Kabupaten Bulukumba mengaku memahami permasalahan penutupan tambang galian C.

Dengan demikian pihaknya meminta agar diberikan waktu untuk melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah kabupaten (Pemkab). Apalagi, kata H Rijal, dengan berlangsungnya penutupan tambang galian C yang berlarut-larut tanpa ada solusi, maka tentu hal tersebut sangat merugikan masyarakat khususnya pada buru dan sopir truk.
“Komunikasi dengan Kapolres dan Bupati akan segera kami laksanakan, berikan kami ruang, karena kami meyakini material yang ada di Bulukumba memiliki kualitas yang bagus yang tidak kalah dengan kabupaten yang lain, untuk itu rekomendasi terkait keputusan akan segera kami laksanakan bersama seluruh pimpinan fraksi yang ada di DPRD Bulukumba,” jelas Politikus PPP itu. (**)