Kisah Dibalik Pengibaran Banner Bulukumba Asik di Laut dan Gunung

oleh -314 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com -Berbagai cara dilakukan Tim, Relawan, juga simpatisan untuk menunjukkan fanatisme mereka pada pasangan Askar HL – Arum Spink di Pilkada Bulukumba yang dihelat 9 Desember mendatang.

Seperti yang dilakukan dua anak muda dari Kecamatan Ujung Bulu, Nur Cholis dan Andi Devira Razak, yang mengibarkan banner pasangan dengan tagline “Bulukumba Asik” ini di dasar laut.

Cholis mengaku sengaja membawa banner yang dia cabut bersama rekannya dipinggir jalan karena tidak sempat mengantarkan pasangan yang dikenal religius ini saat melakukan pendaftaran di KPU.

BACA JUGA:   Pastikan Maju di Pilkada, Hilmiaty Dipinang Bang Joe

“Kebetulan kami tidak sempat ikut. Jadi bersamaan dengan hari pendaftaran kami bawah Banner itu ke Laut, sebagai ungkapan bahwa kami mendukung pasangan ini di manapun kami berada,” ucap Cholis, Rabu, 23 September 2020.

Cholis menuturkan, salah satu alasan dirinya mendukung pasangan Askar – Pipink, karena keduanya merupakan yang banyak memberikan inspirasi.

BACA JUGA:   Dihadapan Ratusan Relawan, Mulyadi Mursali: Anda Hebat dan Menghebatkan

“Selain itu, mereka selalu mendukung potensi anak millenial Bulukumba untuk berkreatifitas. Sehingga Bulukumba butuh pemimpin seperti mereka,” tegasnya.

Beda lagi dengan Ramli, pemuda asal kecamatan Kindang yang menunjukkan dukungannya dengan membawa banner Askar-pipink saat melakukan pendakian di Gunung Bawakaraeng.

Bersama seorang temannya, Ramli mengabadikan momen saat berada di puncak gunung dengan memegang banner pasangan tersebut.

“karena kemarin spanduknya ASIK ada yg bawa ke dasar laut itu yang mengispirasi saya. Kebetulan kemarin waktu hari minggu saya mendaki di Gunung Bawakaraeng saya berpikir, wah bagus kayaknya saya sempurnahkan ini foto yang Viral kemarin jadi lengkap ada di dasar laut dan di puncak gunung,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Emak Emak di Ujung Bulu Inginkan Asik Menang Mutlak di Pilkada

Ramli berharap, pada pilkada tahun ini pasangan Askar-Pipink menjadi pemenang dan membawa perubahan untuk Bulukumba.

“ini murni kemauan dan ide saya pribadi tanpa ada sogokan atau apalah itu namanya,” kuncinya. (*)