BANTAENG, BERITA SELATAN, Com –
Kader Partai Bulan Bintang (PBB), Sudirman tewas dibusur oleh orang tak dikenal. Prestiwa tersebut terjadi dua hari yang lalu yakni, Selasa, 12 Maret 2019.
Sebelumnya, Sudirman yang sedang bersepeda motor membawa bendera PBB yang hendak dipasang di salah satu titik di Bantaeng, namun tiba tiba diserang 4 orang yang juga bersepeda motor.
Salah seorang pengendara motor itu membidik Sudirman dengan busur panah sehingga menembus dada sebelah kirinya.
Sudirman langsung tersungkur akibat anak panah yang diduga beracun itu. Sempat di rawat di RSUD Bantaeng namun tak mampu tertangani sehingga Sudirman dirujuk ke RS Wahidin Makassar untuk dioperasi. Karena luka yang dideritanya cukup serius sehingga hari ini (Kamis, 14 Maret 2019) sekitar jam 14.00 Sudirman dinyatakan meninggal.
Sementara, aparat Polda Sulsel telah berhasil menangkap 4 orang yang diduga pelaku pemanahan. Keempatnya kini sedang diperiksa intensif oleh polisi. Diduga prestiwa ini ada kaitannya dengan unsur politik sehingga membunuh aktivis PBB itu.
Di Kabupaten Bantaeng, selama ini PBB kurang aktif. Namun empat tahun terakhir khusunya menjelang Pemilu 2019, PBB di sana (Bantaeng red) mulai menguat. Faktor ini yang diduga menjadi pemicu pembunuhan atas almarhum Sudirman. Diketahui Korban meninggalkan istri dan anak perempuan berusia 1,5 tahun.

Ketua Umum DPP PBB Yusril Ihza Mahendra dan seluruh keluarga besar PBB berduka cita. Salah satu kadernya yang juga merupakan ketua Pemenangan Pemilu PBB Bantaeng. Dengan insiden ini Yusril Ihza Mahendra bersama seluruh kader PBB sangat terpukul atas kejadian tersebut dan turut berduka cita.
“Seluruh keluarga besar PBB berduka cita atas atas wafatnya salah satu kadernya yang juga ketua Pemenangan Pemilu PBB Bantaeng,” pesannya, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019. (*)