Jelang Puncak Haji, TPIHI Rapat Teknis ARMUZNA Bersama CHJI Asal Bulukumba

oleh -

MAKKAH, BERITA SELATAN, Com – Dua hari jelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1440 H, para petugas kloter 06 embarkasi UPG Makassar lakukan rapat teknis keberangkatan dan kepulangan Caloh Jamaah Haji Indonesia (CJHI) dari Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Di hadapan ratusan CJHI, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) H. Ali Yafid menyampaikan, bahwa CJHI akan bertolak menuju Arafah melalui Mina pada hari Jum’at, 8 Dzulhijjah, bertepatan dengan 9 Agustut, tepat pada pukul 11.30 waktu Makkah.

“Jamaah akan diangkut oleh tujuh unit bis yang telah disiapkan oleh Maktab, setiap bis mengangkut sekitar 65 orang jamaah,” ujarnya.

BACA JUGA:   Hadiri Rapat Yang Sama dengan Bupati Cianjur, MBA Sampaikan Duka Cita
Advertisement

Dia juga mengungkapkan, di Arafah, CHJI kloter 06 UPG akan menempati tenda yang telah disiapkan oleh pemerintah di Maktab 20.

“Jamaah akan menempati tiga tenda, sedangkan di Mina akan menempati satu unit tenda besar, di Maktab 20,” terangnya.

Advertisement

Pihaknya menambahkan, setelah wukuf di Arafah pada hari Sabtu, 9 Dzulhijjah, jamaah akan bertolak menuju Muzdalifah untuk Mabit (menginap).

“Semua dibawah komando pimpinan Maktab 20,” ucapnya.

BACA JUGA:   Tahun ini Pemkab Bulukumba Kembali Terima Bantuan PJUTS dari Kementerian ESDM

Kemudian pada tanggal 10 Dzulhijjah, setelah tiba dari Muzdalifah, setelah lewat tengah malam, jamaah diarahkan menuju Mina untuk lakukan melempar Jumrah Aqabah, dibawah komando mursyid (pembimbing) dan petugas kloter.

“Setelah melempar jumrah Aqabah, pada hari Ahad, 10 Dzulhijjah, prosesi pelaksanaan ibadah haji dilanjutkan dengan penyembelihan al-hadyu (bagi haji tamattu’) dan tahallul awal, yang ditandai dengan mencukur rambut. Dengan tahallul tersebut, jamaah sudah boleh membuka ihramnya dan mengenakan pakaian biasa,” bebernya.

Setelah Tahallul awal jamaah akan terus berada di Mina hingga Selasa, 12 Dzulhijjah untuk melakukan lempar jumrah; ula, wustha dan Aqabah, masing-masing menggunakan tujuh biji batu kerikil.

BACA JUGA:   Tim Ekspedisi Sandeq Fakultas Teknik UMI Siap Arungi Laut Sulawesi
Advertisement

“Kita akan mengambil nafar awal, sehingga kita akan berada di Mina hanya sampai 12 Dzulhijjah. Setelah itu kita kembali ke Makkah, untuk melakukan Thawaf Ifadhah dan sa’i,” jelasnya.

Setelah thawaf ifadah dan sai, maka selesailah samua proses ibadah haji, kecuali thawaf wada’ (perpisahan).

“Tawaf wada’ akan dilakukan mejelang kembali ke tanah air, insya Allah.” ujarnya. (*)

Laporan: Ustad Muhammad Yusuf Shandy

Editor : Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.