Isak Tangis Iringi Pembongkaran Rumah Warga di Pantai Merpati

oleh -

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba melakukan pembongkaran rumah warga pesisir pantai merpati.

Pembongkaran dilakukan lantaran pemerintah akan menata dan membangun penataan pusat kuliner.

Dari pantauan, Petugas satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) berjumlah banyak di kawal petugas polisi dan TNI itu membongkar rumah warga pesisir kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba yang masih bertahan selama ini.

Warga hanya Bisa pasrah,terdiam dan ada menangis histeris melihat tempat tinggal mereka selama ini di bongkar oleh petugas.

BACA JUGA:   BAZNAS Bulukumba Salurkan Rp 10 Juta Per Masjid dan Distribusikan Ribuan Paket

Salah satunya ibu Adriati yang sudah puluhan tahun tinggal di tempat tersebut, harus pasrah melihat rumah tinggalnya di bongkar.

“Tegahnya pemerintah kodong bongkar rumahku tanpa menyiapkan tempat tinggal sementara untuk kami, dimana kami harus tinggal dan mencari nafkah kalau selama ini kami hidup dan cari uang dari rumput laut,” katanya sambil terseduh seduh.

BACA JUGA:   Kapolsek Bonto Tiro Pimpin Pengamanan Kampanye di Kelurahan Ekatiro
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sementara, Ibu Hasnah tidak terimah rumahnya digusur tanpa ada solusi dari pemerintah.

“Kami ini juga manusia dan warga Bulukumba, kenapa pemerintah tidak punya hati, seenaknya saja membongkar tanpa ada solusi, apakah pemerintah senang melihat warganya menderita dan terlantar,” ujarnya.

“Ataukah karna kami warga jelata tak punya kekuatan sehingga seenaknya kami di buat Seperti ini, suara jeritan kami tak ada yang mau dengar, kami warga yang betul betul tertindas,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Cegah Penyebaran Covid, Polsek Herlang Berikan Imbauan di Pasar Tanuntung
Advertisement

Sementara itu, Lurah Bentenge, Amrah AT mengaku pihaknya telah berusaha meminta warganya yang masih bertahan, untuk pindah secepatnya, tapi tidak di indahkan, sehingga hari ini (Senin, 31 Januari red) terpaksa di bongkar paksa.

Dia juga mengakui tidak ada solusi Pemerintah menyiapkan tempat tinggal sementara untuk warganya. (**)

Advertisement

No More Posts Available.

No more pages to load.