BAZNAS Bantu Warga Sulbar yang mengungsi di Bonto Bahari

oleh -
Ketua BAZNAS Bulukumba, Muhammad Yusuf Shandy menyalurkan bantuan terhadap pengungsi Sulbar di Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari.
Advertisement

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Setelah kembali dari Sulawesi Barat (Sulbar). Kini Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Kabupaten Bulukumba menyasar warga para pengunsi (Sulbar) yang mengungsi ke rumah keluarganya, di Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba.

Ketua BAZNAS Bulukumba, Muhammad Yusuf Shandy mengaku, menyalurkan bantuan kepada korban gempa Sulbar yang terdapat di Kelurahan Tanahberu, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Jumat, 22 Januari 2020 kemarin.

BACA JUGA:   Pengadaan Payung dan Baju oleh Bapenda Ditolak Banggar DPRD Bulukumba, Ini Alasannya

“Di Tanahberu terdapat 6 Kepala Keluarga (KK) pengungsi asal Sulbar, totalnya sebanyak 24 orang. Dua orang dari mereka masih bayi, dua orang lagi balita, dan selebihnya adalah dewasa,” terangnya.

Dijelaskannya, para pengungsi tersebut telah tiba di Bulukumba sejak Senin 18 Januari 2020 lalu.

“Mereka dijemput oleh keluarganya di Tanah Beru Kecamatan Bonto Bahari. Sebahagian dari mereka rumahnya roboh dan rusak akibat gempa,” tambahnya.

BACA JUGA:   Sambut Hari Jadi Bulukumba, Andi Utta Minta Menata dan Bersihkan Kantor
Advertisement
Advertisement

Pada kunjungan tersebut BAZNAS menyalurkan bantuan pangan, seperti beras, mie instant, telur, minyak, teh dan sejumlah bahan pokok lainnya.

“Untuk bayi dan balita, kami berikan uang tunai untuk pembeli susu dan popok bayi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Yusuf Shandy mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan dalam meringankan beban saudara-saudara di Sulbar, baik yang masih bertahan di Sulbar maupun yang telah kembali ke kampungnya.

BACA JUGA:   Andi Ariandi Basri Nahkodai BEM ITEB Bina Adinata Bulukumba

Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengamanahkan donasi, infak dan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Bukukumba untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya, termasuk kepada korban bencana. (**)