Surveyor Kopana Demonstrasikan Cara Aman Gunakan Gas Elpiji

oleh -
Surveyor Koperasi Purna Karyawan Pertamina (Kopana) PT. Multi Top Indonesia mendemonstrasikan cara aman menggunakan gas elpiji.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Usai apel pagi, Personel Polres Bulukumba menerima sosialisasi cara penggunaan dan pengamanan Gas elpiji dari Surveyor Koperasi Purna Karyawan Pertamina (Kopana) PT. Multi Top Indonesia, Selasa, 26 Juli 2022.

Sosialisasi yang disampaikan oleh Evy Wahyuni selaku Surveyor Kopana sebagai bentuk untuk mengenali regulator dan tabung gas elpiji asli Pertamina, sekaligus memberikan edukasi teknik penanganan kasus kebakaran akibat sistem saluran tabung elpiji yang bocor.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut Evy Wahyuni menyampaikan bahwa pihak Pertamina tidak melakukan kerjasama dengan pihak manapun terkait dengan penjualan regulator maupun selang elpiji.

Selain itu Evy Wahyuni menjelaskan bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan tabung gas elpiji serta kelengkapan lainnya yakni diantaranya yang perlu diperhatikan adalah masa expayer tabung itu sendiri.

“Jadi perlu kita perhatikan masa expayer tabung itu sendiri, sekarang sudah tahun 2022 artinya tidak boleh lagi menggunakan tabung gas dibawah tahun 2022 seperti tahun 2021 dan seterusnya,” jelasnya.

Bila masih menemukan tabung gas dibawah tahun 2022 maka segera di tukar kepihak agen. Karena jika tabung gas yang sudah expayer, bila digunakan untuk memasak akan terasa perih dimata.

BACA JUGA:   Tingkatkan Imun, Kapolres Bulukumba Gowes bersama Personel dan Pengurus ISSI

Kemudian hal lain yang perlu diperhatikan sehabis membeli tabung gas, pastikan ada tidaknya karet sielnya, jika dipasang agak kesulitan berarti karet sielnya harus diganti dan agar selalu sediakan cadangan dirumah minimal 1 yang baru.

“Perlunya penggantian karet seal pada tabung karena ada masanya yang terkadang karet seal sudah kaku atau keras sehingga menyulitkan dalam pemasangan regulator. Dalam penggantian karet sieal agar tidak mengganti dengan yang bekas cungkilan,” terang Evy.

Sementara pada regulator, di Indonesia cuma ada 2 jenis yaitu regulator manual dan regulator otomatis yang tidak ada jarum atau manometernya.

Kekurangan pada regulator tersebut tidak dapat mengetahui jika gasnya sudah tidak ada atau habis.

Surveyor Kopana Evy Wahyuni juga menyarankan agar melakukan pembelian regulator sebaiknya membeli di toko sesuai selera. Terkait keamanannya sudah aman karena semua yang beredar sudah Standar Nasional Indonesia (SNI).

Evy Wahyuni juga menjelaskan tentang cara penggunaan regulator yakni dimulai dari pemasangan regulator pastikan tombol knop hitam atau pemutar pengunci berada tegak lurus keatas jangan memasang ditabung posisi mengunci kebawah pastikan vertikal kemudian dipasang pada tabung.

Pemasangan regulator jangan sekali kali ditekan karena dapat mudah rusak jika sering ditekan. Didalam tabung juga ada ventilator jika ditekan berlebihan ventilator ini dapat bengkok dan gasnya dapat menyembur keluar.

BACA JUGA:   Yuk Ikut Seminar Peluang Usaha MCI di Bulukumba "Sehat Tanpa Obat"

“Jika menemukan gas terus menyembur karena ventilator bengkok yang perlu dilakukan sediakan obeng tespen cari ventilatornya ditepuk sekali biar ventilator gas nya normal kembali dan kembali lurus tidak bengkok,” ucap Evy

Adapun yang perlu digaris bawahi cara mematikan gas yakni tidak hanya mematikan pada bagian kompor namun yang perlu di matikan juga dibagian regulator dengan memutar knop pada posisi mengarah kesamping dan itu aman jika ada anak-anak yang biasa menyalakan kompor secara sembarangan.

Selain tabung dan regulator, hal yang juga penting diperhatikan adalah mengontrol selang kompor setiap tahunnya, cara mengontrol jika selang kompornya menggunakan lapisan, terlebih dahulu diturunkan dan dilap dengan kain basah habis itu dilipat, jika sudah dilipat kemudian ada benang halus terlihat itu tandanya sudah waktunya diganti.

Adapun cara yang perlu kita lakukan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebocoran yaitu:

1. Jangan panik agar logika/pikiran bisa berjalan baik.
2. Lari kedalam dapur cari kompor terus melepas regulator.

BACA JUGA:   Jaring Aspirasi Warga, Tiga Legislator Kompak Hadiri Musrenbang

“Musibah terjadi biasanya karena pengguna panik terus lari keluar dan regulatornya tidak dilepas padahal tabung sebenarnya aman cuman biasanya regulatornya saja yang tidak dilepas,” kata Evy Wahyuni

Cara mengetahui tabung gasnya mau meledak dilihat dari lingkaran merahnya kalau masih utuh berarti regulatornya masih bisa dilepas tetapi jika lingkaran merah sudah berubah jadi hitam maka siap-siap terjadi ledakan dan kekuatan ledakan tergantung dari isi tabung.

Mengakhiri sosialisasi tersebut Evy Wahyuni selaku Surveyor Kopana mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Polres Bulukumba atas perhatian dan semoga apa yang telah disampaikan dapat bermanfaat serta dapat dipergunakan bila menemukan kejadian seperti apa yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sementara Ps Kasi Humas Polres Bulukumba Iptu H. Marala menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut penting untuk pengetahuan personel, sehingga mereka memahami jenis-jenis regulator dan lain-lain yang berhubungan dengan gas elpiji.

“Dengan adanya sosialisasi ini para personel dapat memperoleh informasi yang jelas bagaimana mengenali tabung elpiji yang layak pakai serta penanganan bahaya kebakaran akibat kebocoran gas elpiji. Tentunya diharapkan personel nantinya juga bisa mengedukasi masyarakat,” Pungkas Iptu H Marala. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.