Ratusan Kepsek SD, SMP dan Kepala Puskesmas Resmi Dilantik

oleh -1.629 views

BULUKUMBA, BERITA SELATAN, Com – Ratusan pejabat lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Kesehatan di halaman rumah jabatan Bupati resmi dilantik. Pelantikan Kepala TK, SD, SMP, dan Puskesmas dilaksanakan sore hari itu dilanjutkan dengan buka puasa bersama, Jumat, 31 Mei 2019.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulukumba, Andi Ade Ariadi mengatakan, dalam pelantikan ini, ada pergeseran dan promosi. Serta lebih dominan dikukuhkan ulang saja, oleh karena adanya perubahan aturan bahwa setiap Kepala Sekolah merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bertanggungjawab kepada Bupati melalui Kadis Dikbud.

BACA JUGA:   Bersama Pemuda, Askar HL Siap Bangkitkan Ekonomi Kreatif Bulukumba

“Jadi sekarang tidak mengenal lagi istilah Kepala UPTD atau cabang dinas di masing-masing kecamatan karena setiap sekolah menjadi UPT,” ungkapnya

Begitu pula sebagian besar kepala Puskesmas dikukuhkan kembali, oleh karena kata Andi Ade Ariade, Kepala Puskesmas saat ini mengalami perubahan dari jabatan struktural menjadi jabatan fungsional termasuk Kepala Tata Usahanya (KTU). Adapun rincian dari pejabat yang dilantik adalah 1 Kepala Taman Kanak-Kanak, 348 Kepala SD, 3 Kepala SMP dan 20 Kepala Puskesmas dan 20 KTU Puskesmas.

BACA JUGA:   Sabtu-Minggu dan Libur Tahun Baru, Disdukcapil Bulukumba Tetap Buka Pelayanan

Bupati AM Sukri Sappewali dalam sambutannya menekankan kepada kepala sekolah maupun kepala Puskesmas yang dilantik untuk untuk segera berbenah, dan melaksanakan dan melanjutkan berbagai program kegiatan di sekolah.

Dikatakannya kepala sekolah dan kepala Puskesmas merupakan  jabatan strategis  dalam rangka  pencapaian  visi dan misi Pemerintah Daerah dalam pelayanan hak dasar bidang pendidikan dan kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bulukumba.

BACA JUGA:   Besok Dilantik Kades, Dua Mantan Legislator Ikut Gladi

Pada kesempatan itu, berdasarkan pengalaman sebelumnya Bupati menyoroti sikap kepala sekolah yang tidak kooperatif ketika ada pemeriksaan keuangan dari BPK untuk menyiapkan data dan penjelasan terhadap laporan keuangan.

“Jangan hanya pintar membelanjakan dana sekolah, tapi tidak bisa mempertanggungjawabkan. Saya minta kalau ada pemeriksaan, datang kalau dipanggil,” tegas AM Sukri Sappewali. (*)