BULUKUMBA,BERITASELATAN.COM – Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Laikang (KKBKL) resmi mengukuhkan pengurus masa bakti 2026-2031 dalam sebuah acara yang berlangsung di Sekretariat Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Laikang, Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarkeluarga sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga warisan budaya dan nilai-nilai leluhur Karaeng Laikang.
Ratusan keluarga besar KKBKL hadir dalam kegiatan tersebut. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh adat dan perwakilan dari berbagai kerajaan serta kerukunan keturunan kerajaan di Sulawesi Selatan.
Pengurus KKBKL dikukuhkan oleh Ketua Majelis Adat Kerajaan Nusantara Sulawesi Selatan, Paduka Yang Mulia Mayor Jenderal Purnawirawan Andi Muhammad Bau SawaAndi Mappanyukki, SH., MH.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan keris, penyematan pin, serta penyerahan bendera pataka KKBKL kepada pengurus. Rangkaian tersebut menjadi simbol pengukuhan kepengurusan sekaligus amanah untuk menjalankan organisasi selama lima tahun ke depan.
Ketua Panitia, Muchtan AR Lewa, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan keluarga besar Karaeng Laikang dari berbagai daerah.
Menurutnya, keberhasilan acara tersebut tidak terlepas dari kerja keras panitia dan dukungan seluruh keluarga besar yang turut berpartisipasi, baik yang berdomisili di Kajang, Bulukumba, maupun daerah lainnya.
“Kerja keras panitia dan keluarga dihadiri seluruh keluarga besar Karaeng Laikang, baik yang berdomisili di Kajang, Bulukumba ataupun yang berdomisili di luar. Selama darah Laikang masih mengalir, persaudaraan dan silaturahmi akan terus kami jalin,” ujarnya.
Pengurus Jaga Kekompakan
Ketua KKBKL terpilih periode 2026-2031, Ir. Andi Abdul Hakim, SH., MH., menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan pengukuhan.
Ia menegaskan, organisasi kerukunan keluarga harus menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, bukan tempat untuk menciptakan perselisihan.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia sehingga acara ini terlaksana dengan baik. Kerukunan ini tidak dibuat untuk berselisih. Mari kita bersatu dan membangun organisasi ini. Kalau mau maju, ayo kita bersatu dan kompak bekerja sesuai job description,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menjalankan program kerja secara bersama-sama, saling mendukung sesuai tugas masing-masing, serta senantiasa menjaga hubungan kekeluargaan.
Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu modal utama agar organisasi dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota keluarga besar Karaeng Laikang.
“Ayo kita bersama-sama menjalankan program kerja dan tetap menjaga silaturahmi,” tambahnya.
Andi Abdul Hakim juga menjelaskan bahwa KKBKL telah memiliki badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM serta terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Hal tersebut, menurutnya, menjadi landasan organisasi dalam menjalankan kegiatan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Merawat Warisan Budaya dan Persatuan
Ketua Majelis Adat Kerajaan Nusantara Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau SawaAndi Mappanyukki, mengapresiasi terselenggaranya pengukuhan pengurus KKBKL. Ia mengaku telah menyiapkan waktu untuk hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Baginya, pertemuan keluarga dan tokoh adat merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan persaudaraan sekaligus merawat warisan budaya leluhur.
“Bersilaturahmi ini merupakan rezeki yang tak ternilai harganya. Dari awal memang saya sudah siapkan waktu untuk mengukuhkan KKBKL. Merawat warisan budaya leluhur, saya sangat bangga hadir di sini mengukuhkan langsung Kerukunan Keluarga Laikang,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar nilai-nilai kerukunan dan kedamaian senantiasa menjadi pegangan bagi seluruh pengurus dan anggota organisasi.
Menurutnya, keberadaan kerajaan-kerajaan pada masa lampau juga menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Karena itu, warisan sejarah dan budaya perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kerukunan, kedamaian selalu kita jaga. NKRI ini ada karena adanya raja-raja zaman dulu yang berjuang. Selamat untuk seluruh pengurus KKBKL yang hari ini telah dilantik. Jalankan amanah sebaik mungkin,” pesannya.
Dihadiri Tokoh Adat dan Kerukunan Kerajaan Sulsel
Pengukuhan pengurus KKBKL periode 2026-2031 turut dihadiri sejumlah tokoh adat dan perwakilan kerukunan keluarga keturunan kerajaan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Di antaranya, Paduka Yang Mulia Andi Iwan Alamsyah Jemma Berue Datu Luwu; Paduka Yang Mulia Andi Bau Malik Barammamase Karaenta Tu Kajannangngang, Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa; serta Paduka Yang Mulia Drs. H. Andi Baso Hamid, Ketua Dewan Adat Kerajaan Bone.
Hadir pula Ketua DPP Kerukunan Keluarga Bulukumba; Ir. Bahriar Baso Bundu Dg Sawi, Ketua Kerukunan Keturunan Raja Bajeng Kabupaten Gowa; serta A. Aldiansyah Karaeng Baso, Ketua Lembaga Adat Karaeng Laikang.
Selain itu, hadir Amiruddin Daeng Tanra, Punggawa Kunjung Mae Pallangga Kabupaten Gowa; Syarifuddin Daeng Sore, Kepala Desa Punaga, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar; A. Mansur Karaeng Sajuang, Ketua Lembaga Adat Kerajaan Tanah Beru; A. Musafir Makkasulle Daeng Manrapi, perwakilan Kerajaan Hero; serta Dr. Abdul Haris Sambu Daeng Matasa, M.Si., Ketua KKB Karaeng Lembang.
Kehadiran para tokoh tersebut menambah makna kegiatan pengukuhan sebagai ruang pertemuan lintas keluarga dan komunitas adat untuk mempererat hubungan serta menjaga kesinambungan tradisi.
Melalui kepengurusan baru masa bakti 2026-2031, KKBKL diharapkan semakin solid dalam menjalankan program organisasi, memperkuat silaturahmi antargenerasi, serta melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah Karaeng Laikang.
Semangat persatuan yang digaungkan dalam pengukuhan ini menjadi pijakan bagi pengurus dan seluruh anggota untuk bersama-sama membangun organisasi yang harmonis, kompak, dan berkelanjutan.
Pelantikan tersebut sempat diwarnai aksi demonstrasi. Meski demikian, rangkaian acara tetap berlangsung lancar dan pelantikan dapat terlaksana sesuai agenda. (*)






