Pencurian Porang Marak, Warga Minta Polisi Turun Tangan

oleh -
Foto ilustrasi (int)

BULUKUMBA,BERITASELATAN COM – Aksi pencurian porang kembali terjadi di Dusun Tonrang Goa, Desa Benteng Gantarang, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Sulsel, Selasa (30/12/2025) dini hari. Jumlah kerugian akibat aksi pencurian ini mencapai puluhan juta rupiah.

Jumlah warga menjadi korban atas pencurian porang atau tire ini sebanyak tiga orang, yakni bernama Ismail Syam, Habibi, dan Daeng Latong. Mereka berharap pihak pemerintah dan kepolisian segera bergerak cepat melakukan antisipasi dengan membentuk pos ronda dan patroli.

BACA JUGA:   Orang Tua Anggotanya Meninggal Dunia, Kapolres Melayat dan Antar Jenazah ke Pemakaman

“Harus ada upaya cepat yang diambil para pihak berwenang untuk mengantisipasi ini. Karena kalau ini dibiarkan jelas akan merugikan para petani,” ujar salah seorang korban, bernama Ismail Syam.

Menurut dia, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Benteng Gantarang, namun sebelumnya juga sudah ada korban pencurian. Hanya saja, belum ada respon positif dari pihak kepolisian, padahal sudah disampaikan pasca kejadian.

“Kejadian begini sudah puluhan orang korban. Pihak pemerintah bahkan sudah menyampaikan kepihak berwajib. Tapi belum upaya antisipasi untuk antisipasi. Kasian warga dibawah,” katanya.

BACA JUGA:   Pantau Pelaksanaan Pemungutan Suara, Forkopimda Bulukumba Apresiasi TPS Khusus Lapas Bulukumba

Ismail mengaku, bahwa pihaknya mengetahui porang miliknya hilang di kebun saat pagi-pagi sekali. Sebab, kata dia, pada malam hari masih ada pasca tanam. Porang yang hilang dicuri masih kuncu atau masih berbentuk katak.

“Yang tinggal itu yang sudah tinggi batangnya. Karena mungkin susah dijual. Tapi, yang masih kuncu semua hilang diambil. Saya sendiri ada 200 kilogram,” terangnya.

BACA JUGA:   Dihadiri Puluhan Mahasiswa, H Supriadi Sosper Tentang RP3KP di Kelurahan Caile

Dia menambahkan, untuk mencegah adanya kejadian serupa, alangkah bagusnya jika ada pos ronda yang dibentuk, karena pelaku pasti menggunakan kendaraan. Sebab, jika tidak, maka si pencuri akan lebih bebas melakukan aksinya, apalagi Porang yang diambil dalam jumlah banyak. Sehingga diyakini lewat jalan raya.

“Kalau ada patroli atau pos ronda, saya yakin pelaku tidak berani. Karena merasa diawasi, sekarang ini bebas berkeliaran. Saya berharap ada langkah cepat mengantisipasi pencurian susulan,” ungkapnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.