Bakal Digusur, Warga Pesisir Minta Pemerintah Siapkan Rusun

oleh -
Warga pesisir Kelurahan Terang Terang Kecamatan Ujung Bulu.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Warga pesisir kelurahan terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan meringis saat rumah yang mereka tempati selama ini bersama dengan keluarganya hendak digusur oleh Pemerintah.

Diketahui, di lokasi tersebut bakal dilakukan penataan perkotaan oleh Pemerintah Bulukumba pada tahun anggaran 2022 ini.

Beberapa warga yang sedang bermukim di lokasi itu, saat ini mereka sedang mengeluhkan nasibnya. Dan sangat nampak diraup wajah para ibu-ibu itu saat ditemui dilokasi.

Salahsatunya ibu Ros, dia mengaku bahwa dirinya sudah sangat lama tinggal di lokasi tersebut, bahkan diakuinya bahwa masih dijaman pak Patabai sebagai Bupati Bulukumba.

” Saya sudah lama disini, saya juga sejak dulu menjual dilokasi ini dan sekaligus bertani rumput laut,” ungkapnya.

Dia juga mengaku bahwa dirinya tidak memiliki rumah lain selain yang dia tempati saat ini bermukim bersama dengan keluarganya tercinta.

“Tidak ada kasian rumahku lain, jadi kalau misal rumah saya digusur. Dimanama kasian mau tinggal, makanya saya minta kepada pemerintah untuk menyiapkan rumah tinggal buat kami jika memang rumah yang kami tempati mau digusur,” jelasnya menambahkan.

BACA JUGA:   Partai Demokrat Resmi Daftarkan 40 Bacalegnya ke KPU Bulukumba

Diapun mendorong kepada Pemerintah untuk memberikan ganti rugi kepada pihaknya yang rumahnya akan digusur.

” Kami minta ganti rugi, ataupun jika tidak pemerintah harusnya menyiapkan kami rumah tinggal atau rusun,” harap dia.

Dia juga mengaku bahwa dirinya beserta puluhan warga lainnya juga meminta kepada pemerintah untuk mengundur waktu penggusuran sampai dengan benar lokasi tersebut sudah mulai tahap pengerjaan.

Sementara itu, Susi yang juga merupakan warga yang berada dilokasi tersebut turut meminta kebijakan pemerintah terkait rencana penggusurannya itu.

Apalagi yang saat ini kata dia, ibunya yang sedang terbaring sakit di rumah miliknya dan tidak memiliki uang.

” Saya ini ada ibu di rumah sedang sakit, mana saya tidak punya uang. Kalau nanti saya digusur, dimanama kasian mau tinggal,” ungkap Susi saat ditemui dilokasi yang sama.

BACA JUGA:   Festival Iklim 2023, Bulukumba Raih Dua Penghargaan

Kendati demikian, dirinya juga menyadari bahwa tanah yang selama ini ia tempati bermukim adalah tanah negara, tapi paling tidak ada solusi pemerintah terhadap dirinya dan warga lain yang sedang bermukim dilokasi tersebut.

” Kalau bisa pemerintah turun juga lihat kami, jika memang pemerintah perhatian dengan rakyatnya. Kalau boleh kasi kami tempat atau rumah 1 model (rusun),” tambah Susi.

Ditanya soal apakah dirinya siap untuk meninggalkan tempat tersebut, dia mengaku bahwa dirinya juga tidak bisa melawan pemerintah.

“Tidak bisaki juga lawan pemerintah, kalau pemerintah bilang putih yah putih, kalau bilang hitam yah hitam. Maumi diapa, namun pastinya kami minta supaya disiapkan rusun untuk kami,” cetusnya.

Ibu Rosma yang juga ditemui dilokasi yang sama, diapun mengaku bahwa dirinya tidak memiliki rumah tinggal selain yang saat ini dia tempati itu.

BACA JUGA:   Safari Ramadan Jadi Momentum Bupati-Wabup Bulukumba Berdialog dengan Warga

Diapun mengharapkan hal yang sama dengan warga lainnya, agar pemerintah dapat menyiapkan rumah susun untuknya jika rumah yang dia punya itu di gusur.

Sementara, Camat Ujung Bulu Andi Ashadi mengatakan, sesuai hasil rapat 27 Desember 2021 lalu dengan warga yang bermukim di pesisir pantai bahwa siap untuk meninggalkan tempat bermukim sampai batas waktu yang telah ditentukan 15 Januari 2022 mendatang.

“Jadi kalau sampai waktu yang ditentukan mereka belum membongkar rumahnya, maka dengan berat hati kami akan menurunkan alat berat,” ungkap Andi Gatot sapaan akrab Andi Ashadi saat dikonfirmasi melalui pesan Watshaapnya.

Andi Gatot juga mengaku, sejak tahun lalu pihaknya telah meminta untuk membersihkan lokasi tersebut. Tapi mereka meminta waktu sampai akan dikerja.

” Ditahun 2022 ini akan di adakan penataan pantai merpati. Makanya kami meminta mereka untuk membongkar sendiri,” jelasnya. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.