Ini Pengakuan Pendamping PKH Soal Warga Palambarae yang Tak Terima Bantuan

oleh -253 views
Nampak foto keluarga pasangan Wahide dan Hajra warga Palambarae yang tak lagi menerima bantuan pemerintah.

BULUKUMBA, BERITA SELATAN.Com – Koordinator Kabupaten (Koorkab) pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Bulukumba, Besse Nasriana Jabbar mengaku warga Palambarae, Kecamatan Gantarang, Bulukumba yang tak lagi menerima bantuan pemerintah lantaran tidak ditemukan di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Setelah kami kroscek ternyata data Keluarga pak Wahide itu hilang di DTKS Kemensos sehingga terhitung mulai tahun ini tak lagi terdaftar sebagai penerima manfaat,” kata Besse Nasriana, Senin, 25 April 2022.

Lebih jauh, hilangnya data di DTKS lantaran mengalami masalah data kependudukan termasuk tidak validnya nomor Kartu Keluarga (KK) saat dilakukan kroscek melalui online.

BACA JUGA:   Alumni SMP PGRI Bulukumba Angkatan 1993/1994 Bakal Menggelar Reuni, Ini Jadwalnya !

“Nah dengan masalah itu sehingga bapak Wahide tidak lagi terdaftar sebagai penerima manfaat,” tuturnya.

Namun pihaknya akan tetap melakukan komunikasi dengan pemerintah Desa Palambarae termasuk membantu memperbaiki data yang bermasalah tersebut dan mengusulkan sebagai penerima manfaat.

Sementara Kepala Desa Palambarae, Andi Umar Siklan mengaku baru mengetahui bahwa warganya atas nama Wahide tidak lagi menerima bantuan pemerintah.

BACA JUGA:   25 Warga Bulukumba Dideportasi, Pemkab Bulukumba Diminta Menjemput

“Saya juga baru tahu bahwa pak Wahide tidak menerima bantuan pemerintah. Karena sampai saat ini tidak ada penyampaian dari pendamping PKH,” kata Umar saat dikonfirmasi melalui via telepon, Senin, 25 April 2022.

Warganya atas nama Wahide memang layak untuk mendapatkan bantuan melihat dengan kondisi fisiknya yang tak memungkinkan.

“Saya juga tidak berani usulkan untuk menerima BPNT karena jangan sampai dobel bantuan pemerintah. Jadi pak wahide terhitung mulai tahun ini tak menerima bantuan,” tutupnya. (**)