BULUKUMBA,BERITASELATAN.COM – RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba menggelar kegiatan edukasi kesehatan tentang bahaya merokok yang berlangsung di ruang tunggu pasien Poli Paru, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak buruk rokok terhadap kesehatan tubuh.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dr. Hamka, Sp.P memaparkan berbagai risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok, mulai dari gangguan pernapasan hingga penyakit kronis yang dapat mengancam jiwa.
Ia menjelaskan bahwa asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak organ tubuh, terutama paru-paru dan jantung.
“Merokok bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membahayakan orang di sekitar karena paparan asap rokok. Risiko penyakit paru, kanker, hingga gangguan jantung sangat tinggi pada perokok aktif maupun pasif,” ujar dr. Hamka.
Menurutnya, banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa dampak rokok tidak hanya dirasakan dalam jangka panjang, tetapi juga dapat muncul dalam waktu singkat seperti sesak napas, cepat lelah, batuk berkepanjangan, hingga penurunan daya tahan tubuh.
“Setiap batang rokok yang dibakar menghasilkan ribuan bahan kimia beracun. Karena itu, berhenti merokok adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga,” tambahnya.
dr. Hamka juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi rokok sejak dini agar terhindar dari risiko kecanduan nikotin dan penyakit berbahaya di masa mendatang.
“Kesehatan paru-paru sangat penting dijaga. Jangan menunggu sakit baru berhenti merokok, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” katanya.
Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan edukasi visual mengenai kandungan berbahaya dalam rokok dan dampak kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang akibat kebiasaan merokok.
Sementara itu, Humas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Abri Amin yang akrab disapa Andi Aby mengatakan kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan paru-paru.
“Kami berharap melalui edukasi ini masyarakat semakin sadar akan bahaya rokok dan mulai menerapkan pola hidup sehat demi menjaga kualitas hidup,” ungkap Andi Aby.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi kesehatan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.
“Rumah sakit tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga berupaya aktif memberikan edukasi agar masyarakat bisa mencegah penyakit sejak dini,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan mendapat perhatian dari pasien maupun keluarga pasien yang berada di area pelayanan Poli Paru RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba. (*)







