BULUKUMBA,BERITASELATAN.COM – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bulukumba, Alkhaisar Jainar Ikrar, S.H., M.Si, duduk di panggung Gelar Wicara sebagai narasumber yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Literasi Bulukumba 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Bulukumba. Rabu (26/11/2025).
Gelar Wicara dipandu oleh Andika, pegiat literasi Bulukumba, serta menghadirkan narasumber lain yaitu H. Hasan Sijaya, mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, dan Ramlah Rara, Duta Baca Sulawesi Selatan. Sebelumnya, acara ini di buka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bulukumba, Bapak Emil Yusri.
Dalam pemaparannya, Alkhaisar mengawali dengan pengalaman pribadinya sebagai pegiat literasi pada masa mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi salah satu landasan moral yang menguatkan komitmennya dalam memperjuangkan kebijakan literasi di daerah.
Lebih lanjut, Alkhaisar memaparkan bahwa dirinya merupakan penggagas Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, pada saat itu ia sebagai Anggota Komisi I yang bermitra dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan kini telah ditindaklanjuti melalui Peraturan Bupati. Perda tersebut mengatur kewajiban penyediaan Pojok Baca di setiap perkantoran dan desa di Kabupaten Bulukumba sebagai upaya memperluas akses literasi masyarakat.
Ketua Komisi I itu juga menyampaikan perkembangan teknologi digital yang menghadirkan tantangan tersendiri terhadap budaya literasi.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dan para pegiat literasi dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, maraknya penyalahgunaan media digital, termasuk penyebaran konten viral yang tidak mendidik, perlu diimbangi dengan gerakan literasi digital yang kuat. Media sosial seperti TikTok, lanjutnya, tidak selalu bersifat negatif apabila digunakan secara produktif dan diarahkan menjadi sarana pembelajaran.
Menutup sesi Gelar Wicara, Alkhaisar kembali menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting bagi kemajuan masyarakat.
“Siapa yang ingin menjadi tokoh besar harus membiasakan diri membaca dan menulis. Mereka yang tercatat dalam sejarah adalah orang-orang yang menuliskan prestasinya sendiri,” ucap legislator PKB dari dapil 4 Kajang-Herlang tersebut.
Ia menambahkan bahwa pembangunan literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan, melainkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Ia berpesan agar keluarga menciptakan lingkungan rumah yang mendukung minat literasi anak sejak dini. (*)









